APH di Minta Buka Kembali Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Sulteng

Sumber foto IST

TOLITOLI,WARTAINFO.ID – Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) Nahdatu Ulama (NU) Tolitoli Fahrul Baramuli meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk membuka kembali dugaan penyimpangan dana Corporate Social Responsiblity (CSR) Bank Sulteng Cabang Tolitoli tahun 2020 sebesar Rp 1.018.400.456.

” Kami meminta APH untuk membuka kembali dugaan penyimpangan dana CSR Bank Sulteng karena ada Novum baru yakni adanya hasil audit investigasi Inpektorat Tolitoli,” kata Fahrul kepada media ini senin (23/1) 2023.

Menurut Fahrul, selain temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Inpektorat Daerah telah melakukan audit investigasi, berdasarka hasil audit di simpulkan bahwa pengelolaan dana bantuan CSR Bank Sulteng tahun anggaran 2020 yang di kelolah sepenuhnya oleh Dinas Sosial Tolitoli tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan, akibatnya terindikasi menimbulkan merugikan keuangan Negara/Daerah sebesar Rp 199.465.456.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA :  Pejabat Sulteng Tak Boleh Abai Terhadap Kelompok Rentan

“Dengan adanya hasil Audit Investigasi Inspektorat Daerah yang terindikasi menimbulkan merugikan keuangan Negara/Daerah kurang lebih Rp 200 juta, ini merupakan bukti baru atau Novum yang harus di buka kembali oleh APH,” tegas Fahrul.

Informasi yang di himpun media ini penyaluran bantuan berupa sembako kepada meayarakat miskin yang terdampak Covid ada dua tahap pertama penyaluran di serhakan di kantor Dinas Sosial dengan penerima dari dua kecamatan yakni kecamatan Baoalan dan kecamatan Galang dengan jumlah data penerima yang terdata sebanyak 2663 orang, sementara untuk penyaluran tahap dua yang didistribusi di tiga kecamatan yakni kecamatan Tolitoli Utara, Ogodeide dan kecamatan Lampasio dengan jumalah data penerima yang masuk di Dinsos sebanyak 2423 orang.