Bupati Morowali Utara Bentuk Pusat Pelatihan Dayung di Sulteng

Foto://Pemda Morut dan PODSInya mempercayakan Jordan Yorry Moula, legenda canoe Sulteng melatih putra daerah Morowali Utara yang disiapkan nomor canoe dan perahu naga (traditional dragon boat).

MORUT,WARTAINFO.ID – Bupati Morowali Utara Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS melakukan terobosan dalam memajukan olahraga di daerahnya, dengan bentuk pusat pelatihan dayung,  Kabupaten yang bertetangga dengan Morowali Utara dan Poso ini.

Delis yang juga ketua umum KONI kabupaten Morowali Utara, membentuk Pusat Pengembangan Latihan Dayung (PPLD) dari tahun 2022. Tujuanya pembinaan jangka panjang dan jangka pendek, atlet-atlet putra daerah yang berbabat dan berpotensi di olahraga dayung.

“Insya Allah Pusat Pengembangan Latihan Dayung ini bisa berkontribusi melahirkan atlet-atlet emas untuk Provinsi Sulteng untuk level nasional bahkan internasional,” kata Sekretaris Umum PODSI Sulteng, Muhammad Ridho Hamzah SPi MSi AIFO-P kepada Media.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA :  Sekum KONI  Husin Alwi : Optimis  Cabor Dayung Penyumbang Medali di PON XX Papua

Pembentukan PPLD adalah jawaban dari one sport one district- satu cabang olahraga satu kabupaten. Setiap kabupaten membina khusus satu cabang olahraga sesuai dengan karakteristik daerahnya.

Menurut Ridho, cabang olahraga yang cocok dengan karakteristik Morowali Utara adalah dayung. “Dayung di Provinsi Sulteng memiliki rekam jejak yang bagus. Andi Lanto sampai era Jordan Yorry Moula,” ujar Ridho.

Long Term Athelete Devolepment (LATD) Ada di Morowali Utara

meskipun PPLD Morowali Utara baru terbentuk seumur jagung, namun telah menerapkan program Long Athelete Devolepment (LATD) atau Pembinaan Atlet Jangka Panjang. Konsep pembinaan olahraga yang hanya diterapkan provinsi maju ini diterapkan di di Teluk Tomori.

BACA JUGA :  Besok Pelepasan Atlit Dayung Road To Papua

Saat ini, konsep LATD di provinsi Sulteng baru diterapkan di Morowali Utara. Dalam program ini juga disertakan kebutuhan pembiayaan baik sarana, akomodasi, makan dan minum sampai transport atlet dan pelatih. Jadi atlet hanya fokus berlatih dan berlatih, tanpa memikirkan lagi urusan dapur.