Cabor Petanque Semakin Digemari Warga Kota Palu

Bagikan Artikel Ini.....

Palu,wartainfo.id – Cabang olahraga Petanque mulai menjamur bahkan kini diminati masyarakat Kota Palu.

Hampir setiap hari, terlihat aktivitas warga utamanya dari kalangan usia 40 dan 50 tahun, bermain Petanque.

Bacaan Lainnya

Ini petanda, jika olahraga asal negara Prancis ini telah mendapat tempat bagi warga bumi tadulako.

Petanque tidak membutuhkan tenaga ekstra, hanya  konsentrasi tinggi untuk bisa melempar bola dengan tepat.

Petanque pada awalnya merupakan olahraga rekreasi bagi masyarakat Prancis
kemudian menyebar diseluruh dunia.

Olahraga ini,  bentuk permainan yang tujuannya melempar bola besi sedekat mungkin dengan bola kayu yang disebut cochonet. Kaki pelempar juga harus berada di dalam lingkaran kecil yang sudah ditentukan.

Ada jarak yang ditetapkan, yaitu jarak lemparan dari bola kayu dengan pelempar, antar enam sampai sepuluh meter.

Baca juga :
Pokja Sulteng Emas Janjikan Rp 1 Miliar Peraih Medali Emas di PON Aceh-Sumut

Dalam Petanque, terdapat single tim, double tim, triple tim, dan mix tim, dan jenis permainan ini adalah batle tim.

Didin salah seorang warga Palu mengaku sangat tertarik menekuni olahraga Petanque, karena tidak membutuhkan tenaga besar.

Yang paling utama konsentrasi dan strategi saat melempar bola.

” Jujur saya tertarik dengan olahraga Pentaque,” kata Didin disela-sela bermain dilapangan KONI Sulteng, Selasa 3 Januari 2022.

Baca juga :
Pengurus KONI Kabupaten Sigi Periode 2021-2025 Resmi Dilantik

Hal senada diungkapkan Nasir Said, SH. Advokat yang tengah naik daun ini mengaku senang menekuni Petanque.

Olahraga ini katanya  sebenarnya sangat sesuai dengan kultur kehidupan masyarakat Sulteng.

Tekniknya bisa dikatakan menyerupai permainan kelereng, hanya saja bola yang dipakai terbuat dari kayu.

“Petanque tidak ada pengelompokan usia, biayanya murah, dan tekniknya sangat sederhana, sehingga cocok sekali dengan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :
Porprov Banggai Awal Pintu Masuk Program Sulteng Emas 2024

Sementara Sekum Pengprov FOPI Sulteng Dr Humaidi mengaku sesungguhnya  kepengurusan Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) telah terbentuk di 10 Kabupaten/Kota di Sulteng. Bahkan atlet-atlet Sulteng beberapa kali mengikuti berbagain event  Nasional.

” Jika saat ini Petanque kembali menggeliat dan diminati warga, ini sungguh luar biasa. Tidak tertutup kemungkinan akan lahir talenta-talenta baru yang bisa mengukir prestasi bagi daerah ini,” kata Humaidi.

FOPI juga katanya, tengah mempersiapkan
diri guna mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) bulan November  yang akan dilaksanakan di kabupaten Banggai.

” Di PORPROV IX Banggai, petanque bukan lagi eksebisi namun telah dipertandingkan dan ada perebutan medali emas,” tandasnya.


Bagikan Artikel Ini.....

Pos terkait