Dr.Supratman Andi Agtas : BUMN Berperan Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Sosialisasi dengan tema BUMN sebagai lokomotif PEN di gelar jumat malam (17/12) 2021 di Aula Hotel Mitra Tolitoli di ikuti ratusan peserta
Bagikan Artikel Ini.....

Tolitoli,Wartainfo.id – Anggota Komisi VI DPR RI. Dr. Supratman Andi Agtas, SH.,MH. mengatakan di tengah pandemic Covid-19, BUMN sangat berperan penting dan bisa menjadi lokomotif Pemulihan Ekonomi Ekonomi Nasional (PEN).

” Saat ini BUMN sangat berperan penting untuk dapat berkontribusi sebagai lokomotif pemulihan ekonomi Nasional,” kata Dr.Suprtaman. SH.MH saat membuka sekaligus menjadi Narasumber sosialisasi BUMN sebagai lokomotif PEN melalui zoom meeting.

Bacaan Lainnya

Sosialisasi dengan tema BUMN sebagai lokomotif PEN di gelar jumat malam (17/12) 2021 di Aula Hotel Mitra Tolitoli di ikuti ratusan peserta, bertujuan sebagai untuk mengedukasi masyarakat mengenai program BUMN dalam memimpin program penanganan ekonomi nasional, menumbuhkan kembali kepercayaan para pelaku bisnis dan ekonomi bahwa pemerintah serius dalam pemulihan ekonomi, sebagai bagian dari senjata utama program percepatan perputaran roda ekonomi sampai kedaerah-daerah terpencil dan sebagai wujud nyata sinergi dan kolaborasi BUMN sebagai perpanjangan tangan pemerintah dengan berbagai lembaga baik pemerintah pusat, daerah dan swasta.

Baca Juga : Komisi VI DPR RI Sosialasikan Program Integrasi dengan Para Pelaku Usaha Ultra Mikro Dikota Palu Secara Virtual

“Sebagaimana yang kita tahu pandemi yang sudah terjadi hampir dua tahun ini telah menghantam berbagai sendi-sendi perekonomian kita tak terkecuali UMKM. Untuk itu, kehadiran BUMN dengan berbagai programnya melalui Dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu UMKM agar tetap bertahan patut kita apresiasi” pungkas Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.

Saat ini lanjut Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Sulteng ini, di Tolitoli BUMN telah berperan untuk pemberdayaan ummat dengan membantu rumah rumah ibadah, Pesantren, STIKES, dengan nilai ratusan juta, sementara untuk di sektor perikanan san kelautan kelompok nelayan yang ada di desa Diule kecamatan Tolitoli Utara akan menerima bantuan Rumpon sebanyak 9 unit.

Baca Juga : LAKPESDAM NU Surati Kajagung Terkait Lamban Dalam Penanganan Perkara Bansos Covid-19

Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, ini menjelaskan, mengapa BUMN perlu dalam pembangunan ekonomi, karena dalam sistem perekonomian Indonesia, BUMN ikut berperan dalam menghasilkan barang dan jasa yang di perlukan dalam rangka mewujudkan kemakmuran rakyat. BUMN juga memiliki peran sebagai pelaksana pelayanan publik penyeimbang kekuatan kekuatan swasta besar dan membantu pengembangan usaha kecil dan koprasi.

Ketua DPC Gerindra Tolitoli, Andi Ahmad Syarif selaku pemateri kedua menjelaskan di hadapan peserta peran BUMN untuk pemberdayaan Ummat, mengatakan dalam sebuah hadist Rasulullah Muhammad SAW, beliau bersabda, “Sungguh (sebagian) mukmin kepada (sebagian) mukmin lainnya seperti bangunan, yang menguatkan sebagian dengan sebagian lainnya.

Baca Juga : Diskusi Publik Secara Virtual Digelar Dengan Tema “Membuat Konten Positif dan Taat Regulasi di Sosmed Oleh IKP dan KOMINFO

Dalam hadist ini Nabi Muhammad menegaskan keharusan adanya persatuan dalam umat sebab pada dasarnya semua umat itu satu seperti banguanan kokoh. Yang, jika salah satunya rapuh maka semua akan merasakan kerapuhannya itu.

Perusahaan BUMN yang sempurna kata Ali sapaann akrab, harusnya mampu memberi manfaat bagi masyarakat banyak, sekaligus membuat produk dengan beragam inisiatif agar memberikan berdampak positif ke masyarakat.

Baca Juga : Adanya Laporan Kontaminasi, Moderna Tahan Pasokan Vaksin Di Jepang

“BUMN diharapkan ikut membangun ekonomi umat, tentunya BUMN tak hanya memiliki catatan kinerja positif dalam pencapaian keuntungan semata, tapi wajib berkontribusi positif kepada masyarakat luas”, katanya. yang di pandu oleh moderator Fahrul Baramuli.

Lanjut Andi Ahmad Syarif, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah dinilai konsisten memberikan upaya konkrit dalam upaya membangkitkan ekonomi umat.

Baca Juga : Kajian BPOM Menyetujui Pemberian Vaksin Sinovac Untuk Anak-Anak, Simak Panduannya

Hal ini juga sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan Indonesia Maju, salah satunya dengan mengungkit ekonomi umat yang berjumlah populasi muslim terbesar di dunia, yakni sebesar 87 persen.

“Mulai dari hulu ke hilir, Erick mendorong berbagai program ekonomi umat. Di hulu, baru saja diluncurkan program Muslim LeaderPreneur di Masjid Istiqlal, yang akan melaksanakan sejumlah program komprehensif, mulai dari pelatihan, pendampingan, pemberian penghargaan hingga akses pembiayaan bersama Bank Syariah Indonesia.

Oleh sebab itu, lanjut Ali yang di apit oleh moderator Fahrul Baramuli dan Usman Ali salah satu pemateri, bahwa dalam konteks membangun masyarakat ekonomi syariah yang kuat dan memberi manfaat bagi banyak orang, seharusnya BUMN terus mendorong agar perusahaan BUMN tersebut memberi manfaat bagi masyarakat dalam bentuk produk dan inisiatif yang dilakukan perusahaan tersebut.

Perusahaan BUMN yang sempurna harusnya mampu memberi manfaat bagi masyarakat banyak, sekaligus membuat produk dengan beragam inisiatif agar memberikan berdampak positif ke masyarakat.

BUMN diharapkan ikut membangun ekonomi umat, tentunya BUMN tak hanya memiliki catatan kinerja positif dalam pencapaian keuntungan semata, tapi wajib berkontribusi positif kepada masyarakat luas.

” Salah satu bentuk sinergi BUMN dengan masyarakat luas adalah Pertashop yang dikelola oleh Pertamina, lalu BRILink milik Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang berkomitmen memberikan dukungan produk dan jasa layanan perbankan untuk mengangkat perekonomian para pengusaha kecil di daerah dan juga Masjid termasuk pondok pesantren.

Selain itu, pembentukan holding BUMN Ultra Mikro juga merupakan langkah strategis yang diambil oleh pemerintah untuk mengikis kesenjangan ekonomi umat, serta meningkatkan jumlah pengusaha baru di Indonesia, pemerintah telah memberikan perhatian lebih pada segmen usaha mikro, termasuk ultra mikro yang memiliki kontribusi perekonomian paling besar


Bagikan Artikel Ini.....

Pos terkait