Yusuf menerangkan jika memang kebijakan ini untuk menekan angka perokok, ia mempertanyakan peresmian pabrik rokok elektronik oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai sebuah investasi awal Desember lalu.
“Kenapa kita malah investasi barang yang bahaya seperti rokok elektronik ini, ironis sekali ketika banyak negara melarang rokok elektronik ini, kita malah semakin masif konsumsinya,” jelasnya.
Selain itu meski nantinya harga rokok akan ikut naik, konsumsi rokok di Indonesia masih akan sulit dikendalikan karena Indonesia merupakan satu-satunya negara yang menjual rokok secara “ketengan” (rokok per batang).
“Yang gak mampu beli sebungkus ya beli ketengan saya rasa ini juga perlu ditindaklanjuti,” tutupnya.
PALU, WARTAINFO.ID - Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah untuk…
PALU, WARTAINFO.ID - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir mendorong pengelolaan dan…
PALU, WARTAINFO.ID - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir mengemukakan Uang Kuliah…
PALU, WARTAINFO.ID - Guru Besar sekaligus Pakar Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman…
PALU, WARTAINFO.ID — Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam…
PALU, WARTAINFO.ID - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir menyatakan bahwa saran…