IMI Sulteng menyayangkan Pemerintahan Dalam Kebijakan Penerapan Pajak 20 Persen

Foto://Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyayangkan pajak event balap motor 20 persen. Pajak tersebut dinilai lebih besar daripada pajak hiburan olahraga yang hanya 10 persen. Padahal sejak 2014, pajak event balap motor tetap dikenakan 10 persen.

PALU,WARTAINFO.ID – Pemerintah Kota Palu menerapkan pajak hiburan balap motor 20 persen. Pajak yang dinilai terlalu besar bagi kalangan otomotif, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyayangkan penerapan pajak event balap motor 20 persen.

Pajak tersebut dinilai lebih besar daripada pajak hiburan olahraga yang hanya 10 persen. Padahal sejak 2014, pajak event balap motor tetap dikenakan 10 persen.

“Apa bedanya pertandingan olahraga dengan balap motor. Sama-sama olahraga, tujuannya sama peningkatan prestasi atlet. Namun kenapa balap motor dikenakan pajak 20 persen, sementara sepak bola atau olahraga lainnya 10 persen,” kata Helmy kepada wartawan, Kamis (9/2).

Bacaan Lainnya
BACA JUGA :  Sahur On The Road IMI Sulteng Momentum Silaturrahmi Dan Kebersamaan

Menurut Helmy, naiknya pajak balap motor ini sama saja dengan tidak dengan mendukung peningkatan prestasi balap motor di Kota Palu.

“Seharusnya Pak Wali mendukung dengan tidak menaikkan pajak balap motor. Pasca covid yang hampir menhancurkan industri otomotif, justru tahun inilah waktunya tancap gas untuk berkembang. Namun sangat disayangkan, kita dihambat oleh Perda,” kata Helmy.

Menurut Helmy, pendapatan tiket penonton menyaksikan balapan tidak seberapa dengan tiket pajak hiburan lainnya.

Justru dengan semakin murahnya pajak, maka semakin meningkatkan minat masyarakat melihat langsung atletnya balapan. Tapi jika semakin mahal tiket, maka semakin sedikit masyarakat yang menonton balap motor.

“Imbasnya tentu ke atlet balap motor, bonus yang diterima makin sedikit. Sama saja ini tidak mendukung olahraga balap motor,” kata Helmi.