Inilah Fakta Dibalik Sindrom TikTok, Simak Penjelasannya

Konten di TikTok pun beragam, mulai dari musik, tutorial, editing, kisah kehidupan, edukasi, humor, dan bahkan konten receh sekalipun, Fhoto IST.
Bagikan Artikel Ini.....

wartainfo.id– Media sosial TikTok kini sedang naik daun, tak terkecuali di kalangan remaja. Apalagi saat di pandemi Covid-19, aplikasi ini menjadi media pilihan masyarakat untuk mengekspresikan diri serta menjadi ladang mencari penghasilan sendiri.

Konten di TikTok pun beragam, mulai dari musik, tutorial, editing, kisah kehidupan, edukasi, humor, dan bahkan konten receh sekalipun.

Bacaan Lainnya

Seiring berjalannya waktu, pada pertengahan 2020 ada video beredar yang memperlihatkan remaja sedang mengalami ‘sindrom’ TikTok. Saat musik dari TikTok berbunyi, para remaja itu refleks langsung ikut bergoyang sehingga terkadang mereka tidak mampu mengontrol gerakan tubuh sendiri.

Baca juga :
Tiga Atlet Paralayang Andalan Sulteng Berlaga di Kejurnas Paramotor

Namun, apakah benar syndrom TikTok itu benar adanya?

Dikutip dari hellosehat.com, memang benar ada penyakit tertentu yang menyebabkan penderitanya menggerak-gerakkan tubuhnya sendiri tanpa sadar seperti sindrom Tourette. Namun, penyakit tersebut merupakan masalah saraf yang kemungkinan disebabkan faktor keturunan, bukan karena terlalu sering bermain TikTok.

Jadi, mengenai adanya syndrom TikTok ini apalagi di kalangan remaja hanya hoaks. Namun adakah dampak yang terjadi jika terlalu sering menggunakan aplikasi TikTok?

Baca juga :
Jelang Perhelatan PORPROV IX 2022 KONI Banggai Terus Berbenah

Dirangkum dari berbagai sumber, TikTok ternyata bisa menjadi sumber berita hoaks. Jika tidak menelaah dengan bijak semua sumber berita yang tayangkan, bisa jadi penggunanya terpapar berita bohong karena berita-berita tersebut belum diketahui kebenarannya.

Sama seperti media sosial lainnya, TikTok juga bisa jadi pembanding kehidupan sosial dan ekonomi. Banyak orang membuat konten untuk memperlihatkan kehidupannya yang mewah serta ekonomi yang lebih dari cukup. Hal ini dapat membuat pengguna lain insecure dan bisa berujung munculnya stres.

Baca juga :
Sekum KONI : Athlete First Winning Second Perhatian Pada Atlet Harus Lebih

Selain itu, TikTok juga diketahui dapat menjadi media bullying dan sarkasme. Konten-konten yang saling berbalas kata sarkasme sering terjadi pada TikTok. Sehingga tak jarang orang saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya sampai konten tersebut viral.

Namun di sisi lain, TikTok juga punya segudang manfaat, salah satunya sebagai media edukasi. Tak sedikit orang belajar hal baru dari TikTok karena mereka suka disuguhi informasi dalam bentuk visual atau video.

Selain itu, membuat konten di TikTok juga Membuat tubuh banyak bergerak. TikTok terkenal dengan video gerakan berjoget dengan iringan lagu yang asik dan modern yang menjadikan setiap orang bisa rajin bergerak di tengah pandemi ini.

Tak hanya soal berjoget, kehadiran TikTok juga memacu kreativitas. Para pembuat konten akan berusaha menghasilkan video semenarik mungkin meskipun membutuhkan effort yang tinggi.

Serupa dengan media sosial lainnya, TikTok juga bisa menambah teman dan penghasilan loh. Bila konten yang dihasilkan berhasil mendapatkan atensi yang banyak, maka dapat dikonversi menjadi cuan.

Bagaimana menurut kamu? Yuk jadi lebih bijak menggunakan media sosial.


Bagikan Artikel Ini.....

Pos terkait