Kejuaraan Paralayang KTM Usai, Ketum KONI Sulteng, M.Nizar Rahmatu Bangga Dengan Bapak Olahraga Parimo Samsurizal Tombolotutu

Ketua Umum KONI Sulteng M.Nizar Rahmatu Memberikan Medali Pada Pemenang Lomba Usai Menutup Kegiatan
Bagikan Artikel Ini.....

wartainfo.id – Kegiatan Kejuaraan Paralayang KTM Celebes Friendly Open Gubernur Cup 1 2021 yang diselenggarakan dari tanggal 25 – 28 November 2021 telah berarkhir, dan ditutup secara resmi oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tengah Nizar Rahmatu, bertempat di Lolaro Resort Tinombo, Minggu (28/11/21) sore.

Para peserta Paralayang yang dinyatakan juara masing masing mendapatkan Medali, Sertifikat dan Bonus oleh KONI Provinsi Sulteng.

Bacaan Lainnya

Ketum KONI Nizar Rahmatu menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong dan merasa bangga dengan Bapak Olahraga H Samsurizal Tombolotutu.

“Saya mengucapkan syukur Alhamdulillah kegiatan berjalan sukses. Saya bangga terhadap Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam hal ini bapak Olahraga Parigi Moutong H Samsurizal Tombolotutu,”Ucap Nizar.

Nizar juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong yang telah menyiapkan tempat.

Menurutnya, spot atau venue Paralayang di Kabupaten Parigi Moutong salah satu terbaik di Indonesia, karena kata ia jika dibandingkan dengan venue saat PON di Papua maka venue Parigi Moutong jauh lebih baik dan bisa 12 kali Run.

“Venue atau tempat ini salah satu tempat Paralayang terbaik di Indonesia, disini bisa sampai 12 kali Run karena akses jalan aspal dan seterusnya, tinggal anginya yang perlu dipelajari, kalau yang di Papua hanya bisa 6 kali Run, karena aksesnya yang kurang bagus mungkin dikerjakan terburu buru. Sangat kesulitan disana bahkan ada penangkaran buaya,. Tidak main main saya sendiri sebagai Ketua Umum KONI diajak KONI Pusat menyaksikan pengangkatan buaya ada sekitar 60 ekor dengan panjang 10 sampai 15 meter, tetapi masih ada buaya kecil di penangkaran buaya tersebut,”Ucapnya.

Sambung Nizar, bahkan para Atlit Paralayang saat PON di Papua banyak melewati penangkaran buaya tersebut, dan itu semua kata ia bagian dari proses pengalaman dan tantangan.

“Saya berharap Paralayang dibumi Tadulako ini berjalan masif. Mari kita perbanyak event event. Terima kasih Kabupaten Parigi Moutong sudah menyiapkan tempat. Saya ucapkan selamat kepada yang juara, dan yang belum berkesempatan mendapatkan juara agar jangan berputus asa, dan teruslah berlatih dan berlatih,”Ujarnya.


Bagikan Artikel Ini.....

Pos terkait