Ketua Umum dan PB Alkhairaat Dimisioner tidak Sah Gelar Kegiatan

Tokoh Mudah Alkhairaat, Habib Muhammad Sadiq Al Habsyi

PALU, WARTAINFO.ID – Muktamar ke – XI Alkhairaat yang dijadwalkan oleh Pengurus Besar (PB) Alkhairaat akan digelar pada 27 – 29 Juli. Di mana dalam Muktamar tersebut akan ada pembentukan formatur dan penggantian pengurus. Selain itu dirangkai dengan pemilihan Ketua Umum dan pengumuman Ketua Utama Alkhairaat.

Berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Alkhairaat BAB VII pasal 7 menegaskan Ketua Utama Alkhairaat adalah pemimpin tertinggi dalam perhimpunan ini, ditetapkan melalui wasiat atau baiat Ketua Utama terdahulu.

Sementara keputusan mendiang Ketua Utama, Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri, Nomor 257/F-XII/KUT/2017 terang penunjukkan/baiat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Utama Alkhairaat, Habib Alwi bin Saggaf Aljufri yang berlaku sejak 8 April 2017 sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Ada dugaan bahwa SK perpanjangan kepengurusan PB saat ini belum diterbitkan oleh Ketua Utama, Habib Alwi bin Saggaf Aljufri.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA :  Baiat Ketua Utama Alkhairaat, HS. Alwi Aljufri Disaksikan Ahli Waris

Demikian dikemukakan Tokoh Mudah Alkhairaat, Habib Muhammad Sadiq Al Habsyi menyikapi dinamika di tubuh salah satu lembaga terbesar di Indonesia Timur ini, Senin (11/7/2022).

Di sisi lain kata dia, Ketua Umum, Sekjen, dan Pengurus PB Alkhairaat saat ini yang sudah tidak relevan lagi menggelar kegiatan – kegiatan yang menyangkut PB, apalagi Muktamar Alkhairaat, sebab sesuai Surat Keputusan (SK) bahwa periode kepengurusan PB Alkhairaat masa khidmat 2014 – 2019 telah berakhir. Setelah berakhirnya masa khidmat tersebut, terjadi perpanjangan masa khidmat sebanyak dua kali 2019 – 2021 dan 2021- 2022. Perpanjangan ini telah berakhir pada 30 Juni 2022.