Ketum KONI Sulteng Buka Pelatihan Pelatih Sepak Bola di Kabupaten Parimo

Ketua Umum Koni Sulawesi Tengah, Bupati Syamsurizal Tombolotutu berfoto bersama peserta pelatihan pelatih sepakbola. DOK.FOTO
Bagikan Artikel Ini.....

Palu, wartainfo.id – Ketua Umum KONI Provinsi Sulteng M Nizar Rahmatu, membuka secara resmi pelatihan pelatih sepak bola se Kabupaten Parigi Moutong ( Parimo) di Gedung Serba Guna Kecamatan Tinombo, Senin 21 Maret.2022.

Pelatihan pelatih yang akan berlangsung sejak tanggal 21 hingga 26 Maret, yang dihadiri langsung Bupati Parigi Moutong
Samsurizal Tombolotutu, menghadirkan pemateri mantan pemain Tim Nasional dan Niac Mitra Surabaya Hanafing dan mantan pemain Persipal H Budi Aswin.

Bacaan Lainnya

Ketum KONI Sulteng M Nizar Rahmatu menegaskan, momentum pelatihan pelatih sepak bola yang baru pertama kali digelar ini sebaiknya jangan di sia-siakan.

Baca juga :
Kadin Donggala Gelar Festival I Tahun 2022 dengan tema “Semalam Di Donggala”

Ia juga menegaskan, semua ini bisa terjadi karena komitmen bapak olahraga Kabupaten Parimo Samsurizal Tombolotutu, yang ingin menjadikan Parimo sebagai laboratorium olahraga di Bumi Sulteng.

Ketua Umum KONI SULTENG, dalam arahan saat membuka pelatihan pelatih sepakbola di tinombo parigi moutong. DOK.FOTO

Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu, cetus Nizar satu-satunya Kepala Daerah yang telah mengimplementasikan Instruksi Presideb (Inpres) Nomor 13 Tahun 2019, tentang percepatan pembangunan persepakbolaan nasional dan Perpres Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON ). Termasuk mendukung program Sulteng Emas menuju PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Baca juga :
Edison Ardiles : Kita Semua Harus Bisa Meraih Target 10 Medali Emas

Menurut Nizar untuk membangun sebuah prestasi ada 4 variabel, pertama dukungan dana, kedua sarana prasarana, ketiga sumber daya manusia dan keempat penataan organisasi. Tanpa memenuhi 4 variabel tersebut maka omong kosong akan meriah puncak prestasi.
“Saya yakin Kabupaten Parimo akan bisa memenuhi puncak prestasi,” tandasnya.

Lanjut Nizar, bicara olahraga adalah bicara harga diri, kebanggaan dan martabat. Tidak akan terukur, tidak akan ternilai berapa rupiah jika diukur secara kapital.

Baca juga :
Warga Desa Bainaa Deklarasi Jaga Niat

“Insya Allah kita akan mulia dimata Allah SWT melalui olahraga,” ucapnya.

Selaku Ketum KONI Sulteng, saya memohon dengan sangat kepada para calon pelatih sepak bola agar materi pelatihan ini diikuti dengan serius, karena nantinya para calon pelatih ini yang akan melihat potensi -potensi dan sumber daya pesepak bola anak anak kita mulai dari tingkat dusun, tingkat desa, tingkat Kecamatan hingga tingkat Kabupaten.


Bagikan Artikel Ini.....

Pos terkait