Meski dipahami, pencapaian waktu tercepat dalam satu putaran ini tidak menjamin harus naik podium. Namun minimal, bisa memastikan, bahwa racer Kota Palu ini sebagai pembalap tercepat atau paling laju dalam satu putaran.
“Ini menggambarkan jika Anggi Setiawan bukanlah pembalap pemula. Ia telah memiliki jam terbang. Mental dan skill tidak diragukan. Termasuk emosi dan kesabaran telah dimiliki,” kata Helmy Fahmi Manager Tim Balap Motor Sulteng, Rabu 6 Oktober 2021.
Menurut Helmy penyebab Anggi Setiawan tidak naik podium ada beberapa hal. Salah satunya yah faktor X. Ditambah lagi saat Anggi disenggol pembalap asal Papua B. Karena memang mereka menyadari bahwa Anggi Setiawan salah satu pembalap berkelas yang harus disingkirkan dan tidak diberi ruang. Makanya strategi distroyer mereka gunakan untuk menjegal dan temanya bisa mulus tanpa hambatan sampai dititik finish.
Insya Allah performa pada balapan PON kali ini akan kami perbaiki dan benahi, sehingga kedepan dalam eveent Nasional Anggi Setiawan kembali menunjukan kualitas dan talentanya sebagai rider road race kepunyaan Sulteng.
Page: 1 2
Di era digital yang ditandai dengan kecepatan penyebaran informasi melalui media sosial dan platform online,…
Palu (UIN Datokarama) – Sebanyak 11 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas…
Oleh : Aslamuddin Lasawedy Perencana Keuangan Independen MUHDAR selalu resah ketika memikirkan hartanya. Ia paham,…
PALU, WARTAINFO.ID – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama…
PALU, WARTAINFO.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menggelar…
PALU, WARTAINFO.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu…