“Kami meyakini ini ada intervensi politik dari penguasa karena bagaimanapun Pak Moeldoko ada di lingkaran penguasa. Karena ini langkah terakhir yang diambil maka kami wanti-wanti jangan sampai ini ada intervensi yang kuat dari penguasa untuk mengubah keputusan dari Mahkamah Agung,” tegas Holiliana.
Holiliana berkeyakinan PK yang dilakukan Moeldoko bertujuan untuk menjegal Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Umum 2024. Terlebih, menurutnya PK yang diajukan Moeldoko itu hanya berselang sehari setelah Demokrat secara resmi mendeklarasikan Anies sebagai bakal capres.
“Saya punya keyakinan ini berkaitan dengan upaya untuk menjegal Pak Anies sebagai calon presiden karena pascapenetapan Partai Demokrat mengusung Anies, lalu tiba-tiba tanggal 3 (Maret) muncul PK dari Pak Moeldoko,” kata Holiliana.
” Mengapa seluruh kader Demokrat di negeri ini serempak meminta perlindungan hukum ke MA karena seluruh Indonesia mengakui bahwa AHY sebagai ketua umum Demokrat yang sah,” pungkasnya.
Page: 1 2
Di era digital yang ditandai dengan kecepatan penyebaran informasi melalui media sosial dan platform online,…
Palu (UIN Datokarama) – Sebanyak 11 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas…
Oleh : Aslamuddin Lasawedy Perencana Keuangan Independen MUHDAR selalu resah ketika memikirkan hartanya. Ia paham,…
PALU, WARTAINFO.ID – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama…
PALU, WARTAINFO.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menggelar…
PALU, WARTAINFO.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu…