Pejabat Sulteng Tak Boleh Abai Terhadap Kelompok Rentan

tantangan yang dihadapi kelompok rentan dewasa ini masih minimnya partisipasi proses ketimpangan kesempatan maupun penikmatan hasil pembangunan secara umum. Selain masih ditemukan praktik diskriminasi dan kekerasan, juga masih rendahnya ruang partisipasi yang diberikan baik itu, dibidang sosial ekonomi maupun politik. Belum lagi terbatasnya akses terhadap pelayanan publik.

Palu, wartainfo.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus bergerak dan melangkah maju dalam mewujudkan inklusi melalui visi gerak cepat menuju Sulteng lebih sejahtera dan lebih maju.

Salah satu wujud nyata dengan menggelar Musyawarah Perencanaan Kelompok Rentan (Muskeren) di Hotel Best Westrn, Kamis 7 April 2022.

Hasil Muskeren kali ini mendapat perhatian dari Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulteng.

Bacaan Lainnya

Kepala Bappeda Sulteng Dr Ir Cristina Sandra Tobondo, MT menjelaskan, selama ini kelompok rentan hanya sebatas pelengkap kebijakan saja oleh para pejabat. Sehingga, kebijakan yang diterapkan menjadi tidak maksimal.

Baca juga :
Petanque Palu Diminta Raih Emas di Porprov

Padahal tantangan yang dihadapi kelompok rentan dewasa ini masih minimnya partisipasi proses ketimpangan kesempatan maupun penikmatan hasil pembangunan secara umum. Selain masih ditemukan praktik diskriminasi dan kekerasan, juga masih rendahnya ruang partisipasi yang diberikan baik itu, dibidang sosial ekonomi maupun politik. Belum lagi terbatasnya akses terhadap pelayanan publik.

” Dengan beragamanya keterbatasan tersebut, telah menjadikan kelompok rentan cenderung memiliki hambatan untuk berkontribusi dalam pembangunan,” kata Kepala Bappeda.

Baca juga :
Palu Timur Terbanyak Raih Emas Cabor Gateball

Bahkan tambahnya, penyandang disabilitas tidak hanya menghadapi resiko ekonomi dan finansial yang besar, namun juga menghadapi tantangan besar dalam mengakses fasilitas. Baik itu layanan kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial maupun pasar tenaga kerja.