Respon Ketua Umum Koni Atas Kekecewaan Gubernur Pada Tim Sepak Bola Sulteng

Sepak Bola
Foto://Ketua Umum Koni Sulteng M Nizar Rahmatu,S.Sos.,AIFO

WARTAINFO.ID – Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah, M Nizar Rahmatu SSos AIFO merepon kekecewaan dari Gubernur Sulteng terhadap Tim Sepak Bola Sulteng. Nizar mengatakan pihaknya akan meninjau ulang hasil seleksi yang sudah dilakukan Asosiasi Provinsi (Asprov) Sulawesi Tengah.

Seperti pemberitaan sebelumnya bahwa Tim Sepak Bola Sulteng Terancam batal ikut BK PON, namun walaupun demikian akan saya tinjau kembali, ujar nizar

“Hasil seleksi saya akan tinjau kembali berkaitan dengan pernyataan gubernur.Dan kami akan bentuk tim coaching yang dipimpin oleh Binpres KONI.”

Bacaan Lainnya
BACA JUGA :  Pemain Voly Ball Putri Asal China Ren Kaiyi Silaturrahim ke Ketum KONI Sulteng

Jika ternyata hasilnya tak sesuai dengan keinginan Pak gubernur, ya, mohon maaf, terpaksa KONI akan ambil alih untuk seleksi kembali karena ini multieven gawean KONI. Jika ini tak diindahkan maka ada dua pilihan, yaitu KONI akan ambil alih atau tidak memberangkatkan,” tegas Ketum Nizar.

Kekecewaan gubernur Cudi terhadap hasil seleksi yang dilakukan Asprov juga tak lepas dari prestasi Sepak bola Sulteng di ajang PON yang akhir- akhir ini belum juga berhasil lolos dari babak kualiikasi.

Faktanya, dalam tiga edisi kualifikasi PON, yakni PON 2012 Riau, PON 2016 Jawa Barat, dan PON 2021 Papua, Negeri Seribu Maglit Sulawesi Tengah selalu digagalkan dua seteru Sulawesi, yakni Sulawesi Utara dan Gorontalo yang selalu berada dalam satu grup.

BACA JUGA :  KONI Sulteng Gelar Buka Puasa Bersama, Ini Pesan Nizar Rahmatu

Sepak Bola Sulteng Gagal Lolos Empat Kali Beruntun

Daftar kegagalan Sepak bola Sulteng tampil di PON bakal bertambah panjang lagi untuk keempat kalinya secara beruntun. Pasalnya, dalam regulasi sistim drawing pembagian grup cabor Sepak bola PON XXI, KONI Pusat sudah tak lagi memberlakukan sistim regional. Semua provinsi, kecuali tuan rumah Aceh dan Sumut berpotensi saling jegal di penyisihan grup.