Ahmad Bakti menyebutkan tambak tersebut setiap dua tahun minimal lima kali panen. Ia mengatakan lokasi tambak antara wilayah Kabupaten Parmout dan Donggala sama – sama punya potensi.
“Patai Timur ok, Pantai Barat lebih ok lagi. Karena laut lepas,” ujar Ahmad Bakti
Sistem inti plasma, yaitu 50 persen inti dan 50 persen plasma. Namun prinsipnya pembangunannya sama saja.
“Kerja samanya 35 thn. Pembangunannya perhektar Rp 2, 5 sampai Rp 3 miliar,” jelas Ahmad Bakti.
Baca juga :
Noveldi Petingko Sabet Perak di Kejurnas Atletik Jateng Open 2022
Ia menegaskan, skema inti plasma tidak merugikan pemilik lahan. Perusahaan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat pemilik lahan. Selain itu, retribusi desa, Corporate Social Responsibility (CSR), dan kewajiban lainnya untuk daerah tempat investasi perusahaan.
Mendengar pemaparan dari Ahmad Bakti, masyarakat pemilik lahan sangat antusias dengan skema inti plasma. Usai pemaranan, dilakukan dialog dan tanya jawab antara masyarakat pemilik lahan, pemerintah, dan perusahaan.
PALU, WARTAINFO.ID - Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah untuk…
PALU, WARTAINFO.ID - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir mendorong pengelolaan dan…
PALU, WARTAINFO.ID - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir mengemukakan Uang Kuliah…
PALU, WARTAINFO.ID - Guru Besar sekaligus Pakar Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman…
PALU, WARTAINFO.ID — Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam…
PALU, WARTAINFO.ID - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir menyatakan bahwa saran…