Tidak Hanya Melahirkan Prestasi Dan Sejarah Baru , Koni Sulteng Juga Raih WTP Dari BPK-RI

Koni Sulteng WTP Lagi..
Foto: Pelantikan Ketua Umum Koni Sulteng M Nizar Rahmatu Oleh Ketua Umum Koni Pusat Marciano Norman

PALU,WARTAINFO.ID –  Gerak dan langkah nyata KONI Provinsi Sulteng dibawah kepemimpinan M Nizar Rahmatu selama dua tahun, tidak hanya melahirkan prestasi dan sejarah baru bagi daerah ini.

Dari sektor  tata kelola administrasi dan keuangan utamanya dalam pengelolaan dana Hibah yang bersumber dari APBD Provinsi, KONI Sulteng terus melakukan pembenahan,  perbaikan serta pengetatan sehingga tercipta tata kelola  administrasi yang transparan, profesional dan akuntabel

Capaian ini dapat dibuktikan dengan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dimana dalam dua tahun berturut – turut  yakni tahun 2021  dan 2022 Pemerintah Provinsi Sulteng  meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Bacaan Lainnya

Hal ini membuktikan jika tidak ada penyimpangan atau penyalahgunaan dana Hibah yang dikelola oleh KONI Sulteng.

BACA JUGA :  Tiga Atlet Paralayang Andalan Sulteng Berlaga di Kejurnas Paramotor

Bendahara Umum KONI Provinsi Sulteng Armin Amiruddin, SH.MH. AIFO mengucapkan rasa syukur, karena Pemerintah Sulteng yang didalamnya ada peruntukan dana Hibah kepada KONI Sulteng kembali meraih predikat WTP dari BPK-RI wilayah Sulteng.

” Capaian ini bisa menjelaskan kepada publik jika dana hibah KONI Sulteng betul-betul telah sesuai dengan peruntukannya,”  kata Armin Amiruddin, Senin 15 Mei 2023.

Sejarah Capaian ini dapat dibuktikan dengan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI,Pemerintah Provinsi Sulteng  meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

Armin juga menegaskan, semua ini tidak lepas dari soliditas tim kesekretariatan dan bagian keuangan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Disisi lain, Nizar Rahmatu selaku Ketum KONI, tak pernah lelah dan peluh dalam memanage jalannya roda organisasi, sehingga hal-hal yang muaranya bisa mengarah pada unsur merugikan daerah atau menguntungkan diri dan kelompok, sedini mungkin dapat ditangani dan dihindari.

Bahkan kalau mau jujur kata Armin,  KONI Sulteng justru dijadikan contoh dalam pengelolaan serta pertanggungjawaban dana Hibah.

BACA JUGA :  Demokrat Sulteng Lawan PK Moeldoko

Armin  menambahkan dana Hibah yang dikelola KONI selama ini melekat di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), namun yang bertanggung jawab dalam hal penggunaannya tetap KONI Sulteng.

Terpisah pemerhati olahraga Sulteng Dedi  Budiman merasa miris atas maraknya pemberitaan serta opini  yang kesannya  ingin mendiskreditkan eksistensi wadah berhimpun cabor serta upaya character assassination atau pembunuhan karakter di era kepemimpinan Inisiator Olahraga Indonesia M Nizar Rahmatu.

Baca Juga : Sejarah Baru Sulteng Negeri 1000 Megalite Jadi Tuan Rumah PON Olahraga Air dan Pantai 2024

Persoalannya, kata Dedy disaat getol-getolnya KONI Sulteng  membangun peradaban dan memajukan olahraga, berseliweran pula isyu, ragam dan asumsi termasuk adanya pelaporan ke aparat penegak hukum yang kesannya jika pengelolaan dana Hibah KONI berindikasi pada penyimpangan.

Padahal semua itu menurut Dedy  tidak memiliki bukti yang otentik. Jika hanya berdasar pada asumsi semata, maka semua pihak bisa melaporkan OPD atau lembaga apapun yang menggunakan dana APBD atau APBN tanpa harus mengantongi bukti-bukti yang akurat.

BACA JUGA :  Atlet Karate Sulteng Targetkan Medali Emas Pada PON XX Papua

Baca Juga : Ketua Umum Koni Saksikan Sejarah pecahnya Rakor Nasional Di Kejurnas Aquatik 2022

” Jika mau jujur dewasa ini, siapa yang tidak mengakui keberhasilan dan capaian olahraga di Provinsi 1000 megalit ini. Salah satu bukti tahun 2024 mendatang,  Provinsi Sulteng ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) olahraga Air dan Pantai,” cetusnya.

Mestinya kata Dedy Budiman, kita membuka mata dan nurani. Mengapa kita tidak memberikan ruang dan kesempatan kepada seluruh jajaran KONI Sulteng untuk melakukan terobosan-terobosan dalam upaya meningkatkan prestasi dan memajukan olahraga Sulteng.

” Bukan justru mematahkan semangat juang hanya karena didasarkan oleh sentimen atau ketidaksenangan kepada person semata,” tandasnya.

Perlu dipahami bahwa salah satu upaya memajukan olahraga adanya keterlibatan stakeholder dan pemangku kepentingan di daerah ini.

”  Sinergitas seperti ini yang diharapkan agar bisa menghasilkan kekuatan dan bisa mewujudkan grand desain keolahragaan melalui program Sulteng Emas 2024 dan untuk pembangunan olahraga kedepan,” pungkasnya.