Gubernur Gorontalo Membuka Diri Atas Wacana Warga Buol Bergabung Dengan Provinsi Gorontalo

Salah satu spanduk aspirasi warga Buol yang ingin bergabung dengan Provinsi Gorontalo. (Sumber: FB Effendydpatande).

wartainfo.id – Isu tentang sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah yang mengaspirasikan diri untuk bergabung dengan Provinsi Gorontalo adalah benar adanya.

Aspirasi ini oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, blak-blakan bicara tentang aspirasi kabupaten tetangga tersebut, Selasa (24/8/2021).

“Banyak warga di sana yang menelpon saya untuk mendiskusikan rencananya bergabungnya kabupaten Buol ke Provinsi Gorontalo. Mereka ingin datang, tapi karena sekarang masih pandemi belum sempat diagendakan,” buka Gubernur Rusli.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA :  GP Ansor Buol Dukung Program Harkantibmas Dan Vaksinasi Covid 19 Polri

Bagi Rusli Habibie, aspirasi apapun yang ingin disampaikan pada prinsipnya ia membuka tangan lebar-lebar. Gubernur Gorontalo dua periode itu hanya meminta aspirasi itu ditempuh sesuai prosedur dan jalur hukum yang berlaku.

“Prinsipnya kami sebagai daerah tetangga terbuka dan membuka diri. Biar bagaimanapun Kabupaten Buol di Sulawesi Tengah memiliki hubungan emosional dan budaya yang sama dengan Gorontalo. Catatan saya, ini harus murni aspirasi dengan pertimbangan matang, jangan sekedar kepentingan politik tertentu,” kata Rusli.

Gubernur Rusli juga mengaku sudah menghubungi Gubernur Sulteng Rusdy Mastura dan Bupati Buol Amirudin Rauf. Keduanya mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada aspirasi warga sesuai dengan mekanisme yang ada.

BACA JUGA :  Kerukunan Keluarga Sulawesi Tengah Mimika (KKSTM) Sambut Kontingen Sulteng

Dihubungi terpisah, salah seorang warga Buol Mohammad Rudi U. Loi mengaku saat ini bersama elemen warga lain sedang mengurus kelembagaan sebagai wadah legal perjuangan penggabungan Kabupaten Buol dengan Provinsi Gorontalo. Lembaga yang diberi nama Badan Penyelenggara Percepatan Peralihan Kabupaten Buol Gorontalo (BP3KBG) itu presidiumnya dijabat oleh Asriadi Batalipu dan Jasmin Karim.