Sementara itu, Ardin yang dihubungi mengaku sempat grogi menghadapi Zulfikri. “Karena saya pernah mengalahkan dia Kamunya Open 2019 skor telak 5-1, jadi saya yakin bisa mengatasinya,” ujar Ardi.
Ardin Wiranata adalah atlet ikonik Sulteng. Di ajang PON Papua, Ia membuat sejarah olahraga biliar di Sulteng karena pertama kalinya biliar pecah telur sepanjang Sulteng ikut PON. Perjuangan Ardi sampai babak final 9 ball diwarnai kejutan besar, Ardi mampu menumbangkan unggulan Indonesia seperti Ari Karaya (Banten) dan Widi Harsoyo (Jogyakarta) hingga Ia dijuluki The Killer.
Kesuksesan Ardi tidak lepas dari sentuhan pelatih Husin Alwi Sekretaris umum POBSI Sulteng yang juga Sekretaris Umum KONI Sulteng serta sang maestro olahraga di Sulteng Nizar Rahmatu yang juga Ketua Umum KONI Sulteng dan Ketua Umum POBSI Sulteng. Sejak keduanya membidani olahraga biliar, biliar Sulteng mulai berbicara di kancah nasional. (*)

