“Kami ini karate dari atas sampai bawah butuh perlindungan membutuhkan peralatan, baju karate belum ada. Menjelang PON ini vitamin kita belum ada. Jadi kita tanggung sendiri vitamin masing – masing,” katanya.
Fania menuturkan, mereka berlatih enam hari dalam sepekan, kecuali hari Minggu. Dengan tingginya intesitas latihan itu, sehingga vitamin sangat dibutuhkan untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.
Peraih medali perunggu pada Pra PON ini berharap agar pengurus KONI yang baru ini memaksimalkan waktu dua bulan ini untuk persiapan PON di Papua, utamanya supporting atau dukungan terhadap atlet.
Sementara, kata arahan dari pelatih selalu menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab. Wajib siaga saat menghadapi iven apapun, termasuk PON Papua.
Diketahui komposisi, atlet Karate yang akan ikut PON Papua, yaitu Fania Dwi Maharani kelas komite minus 55 kilo gram putri, Mohammad Fauzan, komite plus 84 km putra, YM. Qosim, Komite minus 84 putra. Nikita SM, komite plus 64 putri, Tri Fahrianty, komite minus 61 km putri. Yuningsi C. Masoara, kata perorangan putri. Dengan mengikuti 7 kelas yang dipertandingkan PON.
Mereka dilatih oleh pelatih, Ateng Wahyudi, Christo Mondolu, dan Ujang Widaya.
Page: 1 2
Di era digital yang ditandai dengan kecepatan penyebaran informasi melalui media sosial dan platform online,…
Palu (UIN Datokarama) – Sebanyak 11 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas…
Oleh : Aslamuddin Lasawedy Perencana Keuangan Independen MUHDAR selalu resah ketika memikirkan hartanya. Ia paham,…
PALU, WARTAINFO.ID – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama…
PALU, WARTAINFO.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menggelar…
PALU, WARTAINFO.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu…