Sayangnya, Indonesia dipastikan menjadi Runner Up dengan skor 1-3 dari Cina, pasca pasangan Muhammad Shohibul Fikri / Bagas Maulana kalah dari He Jiting / Ren Xiangyu dengan skor 11-21, 15-21.
Meskipun begitu, Ketum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman tetap memuji penampilan para atlet. “Penampilan Patriot Olahraga Indonesia cabang olahraga bulu tangkis sudah membanggakan dan layak diapresiasi, saya memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas kerja kerasnya sejak mempersiapkan diri hingga bertanding,” katanya.
Menjadi juara butuh kerja keras dan waktu, khususnya pengalaman sebaik-baiknya, terus fokus dan berlatih untuk selalu tampil dengan performa terbaik. Kita sebagai Bangsa Indonesia wajib memberikan dukungan, baik ketika para atlet menang maupun kalah. Dengan dukungan kita, atlet yang sekarang belum berhasil meraih juara dapat bangkit dan menatap pertandingan berikutnya dengan mental juara,” sambungnya.
”Jika atlet yang kalah tidak mendapatkan dukungan bangsanya sendiri, bahkan mendapatkan komentar yang tidak pantas, ke depan anak bangsa akan mempertimbangkan diri untuk menjadi atlet dan mewakili Indonesia,” tambahnya.
“Terima kasih kepada tim pelatih, ofisial dan tentunya Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP. PBSI) yang dipimpin Bapak Agung Firman Sampurna. Semoga prestasi Bulu Tangkis Indonesia dapat selalu membuat kita bangga”, sebutnya berharap Indonesia dapat memperkokoh sebagai juara Thomas Cup terbanyak dan mampu mempetegas juara Uber Cup terbanyak ketiga.

