Pada 1989, ia dipanggil pulang oleh Gubernur Aziz Lamadjido. Kepadanya diserahi tanggung jawab menjadi Kepala Tata Usaha Dinas Kesehatan Sulteng hingga 1998. Saat itu ia sudah menikah dengan perempuan pujaan hatinya asal Padang Pariaman, Sumatera Barat, Zalzulmida Aladin. Ia benar-benar jatuh hati pada gadi Minang itu. Zalzulmida adalah anak seorang Kepala Polisi Wilayah di tanah kelahirannya.
Pada 1998 – 2001 oleh Gubernur H. Bandjela Paliudju ia diserahi tugas menjadi Kepala Biro Hubungan Masyarakat Pemerintah Provinsi Sulteng.
Di masa Gubernur Prof. Aminuddin Ponulele ia diserahi tugas Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah pada 2001-2002. Inilah yang kemudian titik balik jalan hidup Longki selanjutnya, sebab pada 2002-2003, ia diserahi amanat menjadi Penjabat Bupati Parigi Moutong yang baru dimekarkan dari Kabupaten Donggala.
Longki lahir dari ayah Daeng Lando Yoto Djanggola dari Kota Palu, Sulawesi Tengah dan Ibu Hj. Aminah Sasung Manopo yang asli Kotamobagu, Kabupaten Bolaang Mongodow, Sulawesi Utara.
Ia adalah anak ke enam dari delapan bersaudara. Kakak tertuanya adalah Datu Joto Djanggola, lalu berturut-turut Naning Tandapa’a Djanggola, Ghandi Djanggola, Lindajag Djanggola dan Yahya Djanggola. Longki mempunyai dua adik di bawahnya yakni Umar Pariusi Djanggola dan Derry Djanggola.
Bocah Longki bersekolah di SDN III Palu, lalu ke SMP II Palu. Setelahnya melanjutkan pendidikan di Sekolah Asisten Apoteker (SAA) Negeri Ujung Pandang, Makassar.
Pada 1971 setelah lulus dari SAA, ia memilih mengabdi menjadi Pegawai Negeri Sipil Golongan IIA. Setelahnya, ia mendapat tugas belajar di Jurusan Farmasi dan Apoteker, Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Jakarta. Kemudian kuliah lagi di Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin, Makassar hingga merasih magister sains.

