“Ini kami bingung mengalokasikan dana kami. Sedangkan harga tiket naik turun. Kementrian BUMN untuk segera memfollow up tentang proses penerbangan ke Papua,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Komandan Satlak Puslatda, Imelda Liliana Muhidin Said mengaku sudah berupaya memberikan pembinaan bagi atlet Sulteng yang akan berlaga di PON Papua, tetapi mendengar kabar mengenai tingginya harga tiket menjadi persoalan bagi mereka.
Ia berharap kepada Pemerintah Pusar khususnya Kementrian BUMN untuk bisa mengintervensi kepada maskapai penerbangan, agar supaya harga tiket terjangkau oleh semua atler dan official masing – masing KONI.
“Saya yakin ini terjadi di KONI seluruh Indonesia. Saya berharap, kami ini sudah berupaya sekuat tenaga dalam artian para atlet sudah berlatih, jika mereka mendengarkan harga tiket yang melambung, mereka jadi drop, kami menjadi drop juga,” ujar Liliana.
Sekali lagi, ia meminta kepada Kementrian BUMN agar bisa mengintervensi maskapai – maskapai penerbangan, khususnya yang ada di bawah Kemnetrian BUMN untuk tiket menaikkan harga tiket ke Papua. *

