Jujur, saya selaku ketum KONI prihatin . Saya tidak berharap dan tidak ingin seperti di Jawa Timur yang selama 12 tahun tim Sepak bola Pra PON nya diambil alih KONI Jawa Timur.
Baca juga :
FPSS Dibentuk Sebagai Jawaban Keresahan Terhadap Persepakbolaan Di Sulawesi Tengah
Tetapi, jika sampai batasan waktu yang kami berikan tidak ada supporting (Asprov) atau tidak bisa bekerja sama dengan baik, maka saya mohon maaf, tim Sepak bola Pra PON akan diambil alih KONI Sulteng karena itu tanggung jawab kami walaupun leading sektornya itu secara teknis ada di PSSI, tetapi, leading event ada di KONI karena bersifat event, bukan liga,” tutupnya.

