“Kita sudah bersepakat, bersama Sulawesi Utara dan Gorontalo (Suluttenggo) mencalonkan tuan rumah PON XXII 2028, Di bulan Maret 2022 finalnya. 6 tahun sebelum PON digelar itu sudah dilelang.
Alhamdulillah kami bersama Sulut dan Gorontalo sepakat untuk menjadi tuan rumah bersama, karena memang awalnya ini adalah provinsi yang satu,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu cabor yang menjadi prioritas di PON XXI Tahun 2024 Medan-Aceh adalah Sepak Bola. Ini telah menjadi komitmen Gubernur Rusdi Mastura.
” Jadi sepak bola ini harus jadi unggulan Sulteng, selain beberapa Cabor yang di andalkan selama ini,” pungkasnya.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng Yudiawati Windaruslyana SKM. MKes, lebih menitikberatkan pada minimnya sumber daya para tenaga pengajar di sekolah kejuruan. Olehnya, kedepan semua ini akan disiapkan utamanya pendidik produktif.
Pihaknya juga akan berupaya membuka Politeknik, sehingga kedepan tamatan-tamatan SMK kejuruan memiliki wadah khusunya pendidikan Vokasi.
Kedepan juga tambah, atlet-atlet yang berprestasi akan didorong menjadi tenaga pengajar yang berkualitas termasuk didalam terkait masalah tunjangan dan seleri pengajar.
Sementara Wakil Ketua DPRD Sulteng Muharam Nurdin, memberikan apresiasi atas kinerja KONI Sulteng yang baru beberapa lama menjabat, namun telah menujukan kemampuan sebagai wadah berhimpunnya Cabang-cabang olahraga didaerah ini dan meraih prestasi.
Bisa dibayangkan, baru dua bulan menjabat sudah buat sejarah dan prestasi bagi Sulteng. Belum lagi kata Politisi PDI-Perjuangan ini, tempat Puslatda di Hotel. Jika kemarin-kemarin hanya di Wisma Haji, sekarang sudah di Hotel.

