Menurut Kementerian Kesehatan sudah ada 15 kasus varian baru covid-19 yang teridentifikasi di wilayah DKI Jakarta hingga 6 Juni 2021. Gelombang mudik ikut menciptakan lonjakan klaster covid-19 nyaris di setiap kabupaten, yakni Jawa Barat menjadi wilayah klaster tertinggi, disusul Jawa Tengah. Munculnya varian baru covid-19 ikut membebani upaya pemerintah daerah dan tenaga kesehatan dalam meredam pandemi global tersebut.
Fakta di atas mengindikasikan masih lemahnya manajemen penanganan pandemi, khususnya oleh para elite pemimpin di daerah. Kita bisa saja berasumsi liar bahwa hal tersebut ada kaitannya dengan lemahnya kemampuan responsivitas mereka dalam memahami situasi urgen dan kritis yang berdampak langsung kepada nasib rakyat.
Keadaan maskrokopis efek pandemik di berbagai daerah, mestinya, menjadi sumber penguatan penginderaan dan sensitivitas para elite politik, khususnya kepala daerah untuk bergerak membuat kebijakan dan aksi konkret untuk meredam eskalasi wabah secara lebih efektif.
Sumber: mediaindonesia.com
Page: 1 2
Di era digital yang ditandai dengan kecepatan penyebaran informasi melalui media sosial dan platform online,…
Palu (UIN Datokarama) – Sebanyak 11 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas…
Oleh : Aslamuddin Lasawedy Perencana Keuangan Independen MUHDAR selalu resah ketika memikirkan hartanya. Ia paham,…
PALU, WARTAINFO.ID – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama…
PALU, WARTAINFO.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menggelar…
PALU, WARTAINFO.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu…