Sembilan atlet renang nasional yang akan memperkuat skuad kontingen Sulteng di ajang multi-event PON Aceh-Sumut Tahun 2024, kini bernapas lega. Pasalnya, sengkarut persoalan utamanya menyangkut penyelesaian nilai kontrak yang sebelumnya telah disepakati bersama Kelompok Kerja (Pojka) Sulteng Emas 2024 akhirnya ditunaikan.
Kebijakan ini diambil Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura setelah melakukan koordinasi dengan Ketua Satgas PON Aceh-Sumut Brigjen TNI Dody Triwinarto dan Ketum KONI Sulteng M. Nizar Rahmatu, S.Sos., AIFO.
Menurut Ketua Harian Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) atau Akuatik Sulteng Muhamad Warsita, S.Pd., M.M, pada Jumat 21 Juni 2024 di Jakarta, Gubernur yang didampingi Ketum KONI dan Ketua Satgas dan Kadispora melakukan pertemuan dengan atlet, perwakilan pelatih serta orang tua altet. Dari pertemuan tersebut, disepakati bahwa kontrak-kontrak yang sebelumnya tertunda untuk segera dibayarkan.
Kesembilan atlet renang nasional itu adalah, Azzahra Permatahani, Joe Aditya Wijaya Kurniawan, Muhammaf Fathan Andi Maroef, I Gede Siman Sudartawa, Sofie Kemala dan Siti Arifah Fadhilan serta pelatih renang nasional Albert Sutanto. Sedianya sepuluh atlet yang di kontrak Pokja, namun atlet atas nama Glenn Viktor mundur karena mengalami cidera sejak satu tahun lalu.
Kemudian tiga atlet masa depan Indonesia yakni Alexander Adrian, Jeremy Elyon Master ganesha Damanik serta Jonathan Farel yang telah lolos PON 2024.
“Alhamdulillah atlet renang ini akan menjalani training camp (TC) selama satu bulan di Australia. Koordinasi ini juga akan dilakukan melalui Pengprov Akuatik, KONI Sulteng dan Satgas Puslatda PON Aceh-Sumut,” kata Muhamad Warsita yang dihubungi via ponsel Sabtu 22 Juni 2024.

