Harapannya pemahaman lebih detail seluruh kontingen dapat membantu penyempurnaan rencana yang dibuat agar lebih optimal. Dampak yang diinginkan, tentunya prestasi atlet melalui sederet pemecahan rekor.
“Mari kita jadikan PON XXI Aceh-Sumut, tidak hanya yang pertama di dua provinsi, yang pertama diikuti 38 provinsi, tapi dengan perencanaan yang optimal kita buat ini sebaik-baiknya sehingga membuat masyarakat Indonesia bangga dengan adanya pemecahan rekor,” jelas Marciano.
Pasalnya, atlet-atlet juara PON akan menjadi penyumbang medali Indonesia dalam keikutsertaannya pada single/multi event internasional.
Pejabat Gubernur Aceh Mayjen TNI Purn Achmad Marzuki tegaskan agar progres persiapan semakin baik. “Makin lama persiapan harus makin sempurna, harapan kami Aceh dapat menyelenggarakan PON dengan sebaik-baiknya,” kata Ketua PB.PON XXI wilayah Aceh.
Disampaikan juga bahwa sudah ada penandatanganan dengan Kementerian PUPR terkait pembangunan venue. Targetnya, sebulan sebelum penyelenggaraan PON, seluruh venue sudah bisa diuji coba.
Pasca PON berakhir, Pj.Gubernur ingin agar venue yang ada dapat memberikan dampak positif.
“Hampir sebagian venue PON XXI ada di pusat kota, mudah didatangi, lima tahun lagi Aceh akan memiliki lebih banyak lagi atlet-atlet yang menyumbang prestasi nasional hingga internasional,” sambungnya.
Generasi muda Aceh dipuji oleh Achmad Marzuki karena berpotensi dan kompak. Tari saman menjadi bukti nyata keunggulan tersebut. Saat ini, pembinaan terhadap pemuda yang perlu ditingkatkan.

