Ia menambahkan jika dana pembinaan olahraga minim, yakin dan percaya jangan pernah bermimpi Sulteng akan diperhitungkan oleh provinsi-provinsi lain. Apalagi dalam waktu dekat berbagai hajatan olahraga akan digelar, seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX di Kabupaten Banggai. Kemudian Pra POPNAS di Kota Palu, Pekan Olahraga Wartawan Nasional (PORWANAS), serta berbagai event olahraga di tingkat lokal lainnya. Kesemuanya ini tentunya membutuhkan dukungan dana dari Pemerintah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga.
” Nah kalau ada anggota dewan yang spektis dengan kemajuan olahraga daerah ini, maka perlu di pertanyakan, konsistensinya,” tandas Supardi.
Ia juga menyarankan sebaiknya anggota dewan tidak hanya fokus pada hal-hal yang sifatnya bisa menguntungkan dirinya. Seperti dana Pokir anggota dewan yang muaranya hanya diperuntukan pada pekerjaan fisik, bukan pada pembinaan atau pengembangan SDM.
” Saya berharap cara berpikir anggota dewan tidak monoton. Karena saat ini olahraga dari cabor manapun tengah digandrungi masyarakat, sehingga perlu sokongan dan dukungan baik pemerintah maupun legislatif,” pungkasnya

