Widodo (Jawa Barat) dan Dedi Sahputra (Sumut) mengharapkan adanya penyesuaian materi uji dengan penambahan versi online, televisi, dan radio. Senada itu, Eka Putra dari Riau mengusulkan materi radio dan televisi baiknya mengacu lembaga uji yang memang berbasis TV.
“Penguji spesifik tidak harus memiliki background TV atau radio, tetapi bisa juga ada ToT khusus penguji kedua bidang tersebut, agar tetap di bawah naungan UKW PWI,” sebut Eka.
Rita Hastuti asal DKI Jakarta mengingatkan agar UKW berada di bawah tanggung jawab bidang pendidikan bukan organsiasi. Tak lupa, Rita menegaskan bahwa ketua bidang Pendidikan tersebut wajib sudah lulus UKW.
Marah Sakti Siregar, salah satu penguji senior, mengatakan UKW harus benar-benar berlangsung independent tanpa adanya tekanan pihak luar. Ditambahkan, penguji UKW sudah mengikuti ToT dan magang berjenjang di tiga tingkatan sehingga memperlihatkan kualitas penguji yang benar-benar kompeten.
Mewakili tuan rumah, M Syahrir berharap pertemuan yang murni digelar untuk membahas perbaikan kualitas materi uji dan silaturahim benar-benar menghasilkan usulan-usulan yang menambah bobot UKW.*
Page: 1 2
Di era digital yang ditandai dengan kecepatan penyebaran informasi melalui media sosial dan platform online,…
Palu (UIN Datokarama) – Sebanyak 11 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas…
Oleh : Aslamuddin Lasawedy Perencana Keuangan Independen MUHDAR selalu resah ketika memikirkan hartanya. Ia paham,…
PALU, WARTAINFO.ID – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama…
PALU, WARTAINFO.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menggelar…
PALU, WARTAINFO.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu…