Dari dana wakaf yang muhdar sisihkan, berdirilah klinik untuk kaum dhuafa, beasiswa pendidikan, hingga modal bergulir bagi pedagang kecil. Nama Muhdar tidak tertera di papan-papan proyek. Namuni ia tahu, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat Muslim, “Apabila anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya.”
Muhdar tersenyum lirih. Ia tahu, ia sedang menanam mata air yang tidak pernah kering. Uang yang ia lepaskan tidak lenyap. Uang itu berreinkarnasi menjadi cahaya pengetahuan, energi kesehatan, dan denyut ekonomi rakyat kecil.
Dalam doa yang ia panjatkan di sepertiga malam, Muhdar berbisik pelan, “Beginilah ilmu ekonomi berpadu dengan filsafat hidup. Inflasi bisa menggerus nilai uang, tetapi wakaf uang menukarnya dengan nilai abadi. Di sinilah logika bertemu metafisika. Angka berubah menjadi doa, dan harta berubah menjadi keabadian.”(*)
Page: 1 2
Di era digital yang ditandai dengan kecepatan penyebaran informasi melalui media sosial dan platform online,…
Palu (UIN Datokarama) – Sebanyak 11 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas…
PALU, WARTAINFO.ID – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama…
PALU, WARTAINFO.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menggelar…
PALU, WARTAINFO.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu…
PALU, WARTAINFO.ID - Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah untuk…