Dari Hotel Berbintang, Puslatda Atlet Sulteng Di Barak Tentara

Satgas Puslatda PON 2024
Foto://Rapat yang digelar di Puskodal Songgolangi Kantor Korem 132 Tadulako ini dipimpin langsung ketua Satgas Danrem 132/Tdl, Brigjen TNI Dody Triwinarto dan dihadiri Dinas Pemuda dan Olahraga Sulteng, perwakilan cabor PON, dan pengurus teras KONI Sulteng, yakni antara lain Sekum Husin Alwi, Bendum Armin Amiruddin, Alhizam Lamadau, Humaedi Latif, Mohammad Warsita, Hendi Maratua Sagala, dan Edison Ardiles

Tidak ada prestasi yang dicapai dengan mudah dan santai dengan tempat gemerlapan. Jadi kita raih dengan keras, keras bukan berarti kasar. Keras terukur baik mental dan lainnya. Harapan kita seperti ini,” kata Dody Triwinarto.

Kendati demikian, pada 14 Mei satgas akan mempresentasikan di DPRD Sulteng agar Rp 55 M bisa segera terwujud. “Saya akan bertanggung jawab begitu juga nanti selesai saya akan pertanggung jawabkan,” ucap Dody.

Diketahui, dari hasil sharing selama kurang lebih 10 hari, anggaran yang ada baru mencapai Rp 21 miliar, 4 miliar untuk operasional KONI Sulteng. Berarti kekurangan mencapai Rp 34 miliar lagi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA :  Andi Nur B Lamakarate Resmi Nakhodai DPC Gerindra Kota Palu

Dari rapat tersebut juga, tim satgas membeberkan skala prioritas cabor unggulan meliputi Renang, Dayung, Atletik, Karate, Taekwondo, Gateball, Kick Boxing dan Tenis Meja untuk meraih medali emas.

Namun demikian KONI Sulteng yang jadi leading sector pembinaan olahraga prestasi justru dibuat bingung dengan tidak adanya cabor Triathlon masuk dalam cabor unggulan yang dipetakan Satgas.

Padahal Triatlon lolos PON berstatus medali emas. Bahkan cabor bermotor pun yang notabene merebut medali perunggu di PON Papua tidak masuk skala prioritas.