Sementara untuk investasi tambak di Donggala menggunakan skema inti plasma atau kerja sama antara perusahaan dengan masyarakat pemilik lahan. Menurutnya, skema inti plasma dapat menguntungkan masyarakat dalam jangka panjang.
“Karena mereka punya penghasilan tetap. Dan lahan mereka tidak hilang. Itu yang bagusnya di Donggala,” ujar Bakti Baramuli.
Di Kabupaten Donggala, kata dia, peluang investasi jangka panjang sangat besar. Di mana Donggala wilayah berada di laut lepas.
Selain di investasi di Sulteng, PT. Esaputlii juga berinvestasi di Provin Gorontalo dengan total luas lahan sekira 400 ha.
Pada kesempatan itu, Bakti Baramuli menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Sekertaris Kabupaten (Sekab) Donggala, Rustam Efendi dan Wakil Ketua I Bidang OKK Kadin Donggala, Ukhy Dadang Bachmid bersama Camat Balaesang, Darnawati, 11 Kepala Kades (Kades) di Kacamatan Balaesang, sejumlah tokoh masyarakat, dan pemilik lahan di Balaesang.
Agenda Kunker Pemkab Donggala guna meninjau langsung bagaimana pola kerja budidaya tambak udang vaname di Desa Tomoli, Kecamatan Toribulu Kabupaten Donggala, Senin (7/2/2022).
Bakti Baramuli memastikan bahwa investasi perusahaannya di sektor tambak udang ramah lingkung, dan tidak menggunakan bahan kimia.
Namun demikian, tambah dia, PT. Esaputlii tetap membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Baca juga:
https://wartainfo.id/kadin-smart-disambut-antusias-masyarakat-donggala/
Sementara, Sekab Donggala, Rustam Efendi mengucapkan terima kasih kepada Dirut Bakti Baramuli yang bersedia gelontorkan dananya di Donggala. Ini merupakan rahmat dari Tuhan untuk Kabupaten Donggala.

