Komitmen Bersinar yang Paling Realistis Di Mata Publik


  1. Nizar-Ardi akan menjawab ketimpangan pelayanan publik dengan mendekatkan akses pelayanan di tingkat kecamatan tanpa perlu berurusan di Ibu Kota Kabupaten. Contohnya: pengurusan KTP, izin usaha, Kartu Keluarga dan lain-lain dapat dilakukan di tingkat kecamatan.
  2. Terkait peningkatan produksi dan penjualan hasil pertanian dan nelayan, Nizar-Ardi telah menyiapkan formulasi untuk mengoptimalkan harga pasar tanpa merugikan petani dan nelayan.
  3. Ibu Kota Kabupaten akan ditata sebaik mungkin agar menjadi kota yang membanggakan masyarakat Parigi Moutong.
  4. Di setiap titik kampanye, Nizar-Ardi telah mengikrarkan untuk membangun Masjid Agung Kabupaten Parigi Moutong yang akan menjadi pusat peradaban dan kebanggaan masyarakat Parigi Moutong.
  5. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan menghadirkan program Parigi Moutong PINTAR (Pendidikan Inovatif dan Terarah).
  6. Di bidang kesehatan, selain ambulans gratis, Nizar-Ardi akan memberikan uang saku kepada pasien sebesar Rp. 500.000.
  7. Nizar-Ardi akan melaksanakan program Parigi Moutong Berzikir yang dilaksanakan di masing-masing kecamatan secara bergilir dengan menghadirkan sejumlah penceramah kondang untuk mengisi ceramah dan zikir dalam acara tersebut.
  8. Menjadikan Kabupaten Parigi Moutong sebagai laboratorium olahraga di Provinsi Sulawesi Tengah.
  9. Menghadirkan program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) sebagaimana telah berhasil diterapkan di daerah lain seperti di Banyuwangi, Poso dan Kabupaten lainnya.
  10. Memberikan insentif kepada pegawai syara dan guru mengaji yang ada di desa.
  11. Mengaktifkan kembali madrasah di tiap-tiap desa dengan tujuan menghadirkan kembali kegiatan spiritualitas kepada generasi emas Kabupaten Parigi Moutong.
BACA JUGA :  5 miliar Perkecamatan Untuk UMKM dan pelayanan publik

Sebelas poin yang kerap disampaikan Nizar-Ardi di lapangan tentu menjadi pemantik bagi masyarakat yang belum dan/atau telah menentukan pilihan. Masih banyak program unggulan lainnya yang belum tertuang dalam tulisan ini. Selanjutnya akan dibahas lagi.

Penulis: Bhair Samatan