“Harganya melambung tinggi. Nah, hasil CdM – DRM kemarin terkahir, kerja sama sudah dibangun. Ada yang sudah berangkat, bahkan jelang keberangkatan besar, kepastian harga tiket yang sangat melambung,” jelas Ketum Nizar.
Kegiatan Chef de Mission (CdM) III dan Delegation Registration Meeting (DRM) katanya, sudah ditanda tangan, tetapi sampai saat ini, hasil itu belum ada kesepahaman bersama. Apalagi sudah ada kerja sama dengam PB PON.
Selaku Ketum KONI Sulteng, Nizar yakin masalah yang sama juga dialami KONI lainnya di seluruh Indonesia. Sebab kata dia, hal ini tidak bisa tiba – tiba mengubah anggaran pembiayaan di KONI guna mengikuti pesta olah raga nasional tersebut.
“Ini tidak ujuk – ujuk merubah anggaran atau ada ketambahan anggaran,” katanya.
Ketum Nizar berharap, jangan sampai PON ini menjadi beban bagi KONI, terutama KONI seluruh Indonesia karena jadwal.
Ia mengatakan bahwa informasi yang didengar akan ada penambahan flight, tapi ekstra flight sudah ada harganya tetap melambung jauh dari harga biasa.
Harapannya di Kementrian BUMN, khususnya di PT Garuda Indonesia, memberikan harga tiket yang rasional, bantu Negara, sukseskan PON Papua. Menurutnya ini sebagai bentuk ketegasan dari KONI Sulteng untuk berpartisipasi sebagai kontingen PON Papua.
“Berpartisipasi untuk berangkat beramai – ramai bahwa NKRI ini, Papua adalah bagian dari NKRI,” tandas Ketum Nizar.
Jangan PON Papua ini lanjut dia, dijadikan atau diambil orientasi bisnis. Silahkan dengan harga tiket yang standar saja. Sebab ini akan menjadi masalah penganggaran bagi pihak KONI. Ketuma Nizar menggugah nurani pihak Garuda untuk turut berpartisipasi di PON Papua.

