KONI Sulteng Terbebas Dari Pertanggungjawaban Dana PON Aceh-Sumut 2024

Foto://Armin Amirudin menyerahkan kwitansi dana hibah tahap dua sekira Rp 17. 051.374.400 langsung kepada Satgas PON 2024

 

Dengan demikian tambah Armin, untuk pengelolaan serta pertanggungjawaban dana PON Aceh-Sumut, bukan lagi menjadi kewenangan KONI Sulteng. Mulai dari urusan Puslatda, menyangkut peralatan 31 cabang olahraga, honorarium atlet, pelatih, asisten pelatih, mekanik dan official Termasuk perihal pendanaan pemberangkatan kontingen ke Aceh- Medan serta pembayaran akomodasi kontingen kepada PB PON.

 

Bacaan Lainnya

” KONI Sulteng hanya bertanggungjawab terhadap penggunaan dana rutin Kesekretariatan,” tandasnya.

 

Meski demikian kata Armin, dua tenaga IT  KONI Sulten akan  tetap melakukan  pendataan melalui entry by name ke PB PON baik itu atlet, pelatih maupun official yang masuk dalam  kontingen Sulteng di PON Aceh-Sumut September 2024 mendatang.

BACA JUGA :  Youtuber Muhammad Kace Ditangkap, Diduga Unggah Konten Yang Kontroversi

 

Apalagi menurutnya,  harus  diakui bahwa apa yang diraih atlet-atlet selama ini, mulai dari capaian prestasi di PON XX Papua, hingga meloloskan 31 cabang olahraga di PON XXI 2024 melalui babak kualifikasi, tidak lepas dari upaya dan kerja keras KONI Sulteng sebagai induk cabor dengan berbagai pendekatan. Karena bagi KONI di setiap event olahraga ada pertaruhan harkat, martabat dan harga diri daerah, baik meraih prestasi maupun  menciptakan sejarah baru buat Negeri Seribu Megalit Provinsi Sulteng.

 

Armin juga berharap bahwa wacana menor yang  selama ini berkembang sebaiknya disudahi. Karena saat ini  Satgas PON dan seluruh atlet tengah fokus berlatih mempersiapkan diri guna mewujudkan program bapak Tadulako Sulteng Rusdy Mastura menuju Sulteng Emas 2024.