“Kegiatan ini dilakukan di sore hari dengan jumlah peserta terbatas sesuai dengan protokol kesehatan di Perwali No. 9 Tahun 2021. Semoga ini dapat menjadi langkah awal untuk “menghadirkan” mangrove di antara bentangan Tanggul Teluk Palu dan Elevated Road-nya”, kata Kasmudin.
Terakhir, Yahdi Basma, SH., Plt. Ketua DPD Partai NasDem Kota Palu menambahkan, “Kami ingin mendorong kultur wisdom yang lebih saintifik. Kultur yang lebih menghargai penemuan teknologi dan riset ilmu pengetahuan. Menjadi lebih peka, lebih apresiatif pada sejumlah kawan-kawan yang berprestasi, terlebih anak muda, bahkan Generasi Z seperti Dian Setywati, mahasiswa Kesma Untad ini. Apalagi manfaat ilmu pengetahuan ini bisa diterapkan pada Mitigasi Bencana. Karena memang ekosistem mangrove tidak hanya menyelamatkan atmosfer, juga mampu menjadi benteng tsunami seperti yang kita lihat di Kabonga Besar, Kabupaten Donggala. Tingkat kerusakannya sangat minim, berbanding terbalik dengan Loli. Kenapa tidak kita dorong mangrove menjadi pilihan diantara Tanggul Teluk Palu?”.

Diketahui, sejumlah ilmuwan/saintis sekelas DR. Ir. Nur Sangadji, DEA juga akan turut hadir dalam giat NasDem NSL Reward sore ini.
Dua kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu 26 Juni 2021 di dua tempat berbeda, SALENA Kelurahan Tipo, dan sorenya di Kantor NasDem Palu, di Kelurahan Besusu Tengah, Palu Timur.
Sumber:
Ista Nur Masyithah
WA : 0811-4560-600
Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi
DPD Partai NasDem Kota Palu

