Parigi Moutong Sangat Potensial Untuk Pembangunan KEK Pangan Berbasis Industri Vanamei, Begini Kata Hasanuddin Atjo

FOTO//Tenaga Ahli Bidang SDA Menko Kemaritiman dan Ivestasi (Marvest) dan juga Ketua Shrimp Club Indonesia Wilayah Sulawesi Hasanuddin Atjo

“Bayangkan saja 320 ribu orang diberi makan, ada nasinya, ikannya, udangnya, lauknya, kepiting dan lain sebagainya maka perputaran ekonomi masyarakat akan semakin baik dan juga kebutuhan cadangan pangan akan selalu meningkat.

” Mengapa harus industri pangan? Karena bisa dijamin suplay waktunya. Ketahanan pangan akan cukup bagus karena di proses dan disimpan di gudang kita sendiri,”Terangnya.

Sambung Hasanuddin, membentuk sebuah KEK, Pemerintah Daerah harus punya inisiatif, terus membangun komunikasi dengan Pemerintah Pusat karena pastinya akan ada penyediaan lahan. Artinya harus sharing antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah sehingga hitungan bagi hasilnya jelas dan emonomi tumbuh.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA :  IKWI Sulteng Rayakan HUT ke 62 Tahun

Parigi Moutong dari segi potensi saya kira mampu untuk mensuplay pangan ke IKN, tetapi saat ini bagaimana membangun sebuah system mulai dari hulu hingga hilir. Kita harus buka system dulu, karena membangun system itu butuh waktu.

Ini bisa jalan Paralel utamanya membuka jalan TOL karena orang masuk TOL pasti bayar, dan ini ekonomi akan tumbuh bahkan Bandara bisa di bangun dari IKN langsung ke Parigi Moutong ataupun sebaliknya,”Ujarnya.

Hasanuddin berharap agar Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bisa Follow Up paling tidak ada desain yang dibuat diberikan kepada pusat, paling cepat sebelum tahun 2023 sudah dimasukan desain KEKnya.

“Surat yang dikeluarkan nanti tembusannya ke Presiden dan KSP, lampirkan dengan Executive Summary terkait pembangunan KEK,”Tandasnya.

BACA JUGA :  Silaturrahmi Direksi dan Komisaris PT. Pembangunan Sulteng Dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah