“Semoga dengan bonus Rp 1 Miliar bagi peraih medali emas ini, akan menjadi triger atau pemicu semangat atlet-atlet Sulteng dalam mengibarkan bendera Sulteng di PON Aceh-Sumut,” tegas Ronny yang didampingi Sekretaris Pokja Sulteng Dr Gunawan, Ketua Harian KONI Edison Ardiles, Bendum Andi Nur B Lamakarate, Ketua Binpres Dr Humaidi serta Direktur Eksekutif Muh Warsita.
Ditambahkan Nizar Rahmatu, pihaknya saat ini membuka ruang dan kesempatan kepada seluruh atlet. Ini hanya di tahun 2022. Jika melawati Tahun 2022, maka Sulteng sudah menutup diri. Mengapa.? karena kuncinya ada di Pra PON Tahun 2023.
“Yang jelas kami siap membuat pernyataan hitam diatas putih serta kontrak terhadap atlet-atlet yang mau bergabung dengan skuad Sulteng baik itu putra-putri asli daerah maupun atlet dari luar yang mau bergabung dan bersedia membawa bendera Sulteng di PON Aceh-Medan Tahun 2024 mendatang. Alhamdulillah Pokja Sulteng siap dengan Nol APBD,”pungkasnya.

