Hal senada diungkapkan Kasmat Ibrahim. Politisi kawakan Partai Demokrat ini menilai ketidaksiapan Buol sebagai tuan rumah PORPROV 2022, bukan karena Pemerintah dan masyarakat tidak merespon. Namun karena KONI Buol sebagai fasilitator PORPROV terlalu bergantung pada Anggaran Pendapatan Belanja Dareah (APBD).
Harusnya kata Kasmat, dipahami bahwa posisi APBD Buol kecil dan terkuras habis untuk menangani hal-hal yang sifatnya mendesak. Belum lagi ditambah dengan pembiayaan penanggulangan Covid 19.
” intunya kegagalan sebagai tuan rumah POROROV adalah bentuk kegagalan KONI Kabupaten Buol,” cetusnya.
Menurutnya, belajar dari sepak terjang Ketum KONI Sulteng M Nizar Rahmatu, meski baru beberapa bulan menjabat namun telah berani melakukan terobosan dan langkah nyata.
Nizar Rahmatu kata Kasmat begitu aktif membangun komunikasi bahkan bekerjasama dengan pihak swasta melalui konsep sponsorship. Harusnya langkah-langkah kongkrit seperti ini, dapat diikuti oleh KONI Kabupaten lain, sehingga bisa menemukan jalan keluar dan tidak bergantung pada dana APBD semata. “Konsep dan strategi Nizar Rahmatu selaku Ketum KONI Provinsi yang visioner dan out of the box harusnya diikuti oleh KONI- KONI Kabupaten,” pungkasnya.

