Atlet Karate Sulteng Targetkan Medali Emas Pada PON XX Papua


“Kami ini karate dari atas sampai bawah butuh perlindungan membutuhkan peralatan, baju karate belum ada. Menjelang PON ini vitamin kita belum ada. Jadi kita tanggung sendiri vitamin masing – masing,” katanya.

Fania menuturkan, mereka berlatih enam hari dalam sepekan, kecuali hari Minggu. Dengan tingginya intesitas latihan itu, sehingga vitamin sangat dibutuhkan untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.

Peraih medali perunggu pada Pra PON ini berharap agar pengurus KONI yang baru ini memaksimalkan waktu dua bulan ini untuk persiapan PON di Papua, utamanya supporting atau dukungan terhadap atlet.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA :  Sulteng Andalkan Dua Atlet Biliar Menuju PON XX Papua

Sementara, kata arahan dari pelatih selalu menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab. Wajib siaga saat menghadapi iven apapun, termasuk PON Papua.

Diketahui komposisi, atlet Karate yang akan ikut PON Papua, yaitu Fania Dwi Maharani kelas komite minus 55 kilo gram putri, Mohammad Fauzan, komite plus 84 km putra, YM. Qosim, Komite minus 84 putra. Nikita SM, komite plus 64 putri, Tri Fahrianty, komite minus 61 km putri. Yuningsi C. Masoara, kata perorangan putri. Dengan mengikuti 7 kelas yang dipertandingkan PON.

Mereka dilatih oleh pelatih, Ateng Wahyudi, Christo Mondolu, dan Ujang Widaya.