8. Ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2018 (c-to-c) tumbuh 6,30 persen, melambat dibandingkan tahun 2017 sebesar 7,10 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 10,37 persen.
9. Ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah triwulan II-2019 tumbuh 6,62 persen lebih tinggi dibanding pertumbuhan triwulan II-2018 (y-on-y) yang sebesar 6,20 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial sebesar 19,11 persen.
10. Ekonomi Sulteng triwulan III 2020 tumbuh 2,82% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan II 2020, yakni -0,06% (yoy). Dari sisi sektoral, meningkatnya perekonomian Sulteng disebabkan oleh meningkatnya pertumbuhan pada sektor industri pengolahan, pertambangan, pertanian dan relatif membaiknya perkembangan sektor lainnya.
11. Ekonomi Sulawesi Tengah triwulan I tahun 2021 jika dibandingkan triwulan I tahun 2020 (y-on-y) tumbuh sebesar 6,26 persen melambat jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,88 persen.
Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang terus meningkat itu, menurut Menteri Perdagagan M. Lutfi, telah menyelamatkan wajah Indonesia di mata internasional. Bagaimana tidak, di tengah masa pandemi Covid-19, ekonomi dunia terjun bebas, tetapi ekonomi Indonesia justru meningkat.
Peningkatan ekonomi itu ditandai dengan adanya ekspor Selama April 2021. Nilai Ekspor Sulawesi Tengah sebesar US$ 956,58 Juta didominasi pada sektor pertambangan nikel.

