Semoga dengan kepengurusan baru yang sangat bersemangat akan melahirkan atlet bulutangkis seperti di era Lili Tampi, atlet asal Sulteng yang pernah mengharumkan Indonesia di tingkat dunia,” ujar Alhizam.
Baca juga :
Ketum KONI Sulteng Buka Pelatihan Pelatih Sepak Bola di Kabupaten Parimo
Di akhir sambutannya, Alhizam berpesan kepada pengprov PBSI Sulteng agar meniru konsep yang dilakukan KONI Sulteng dalam menciptakan prestasi.
” Ada 12 medali yang diraih Sulteng di PON Papua baru- baru ini Hal ini karena cara kerja organisasi lewat inovasi yang dilakukan KONI Sulteng, ” imbuhnya
KONI Sulteng menawarkan space atau ruang kepada pihak sponsorship tapi bukan meminta minta. Ini yang perlu ditiru PBSI Sulteng.
Semoga PBSI semakin berkibar setelah adanya pelatihan pelatih level 1 BWF,” ujar Alhizam.
Baca juga :
Kadin Donggala Gelar Festival I Tahun 2022 dengan tema “Semalam Di Donggala”
Di tempat yang sama Ketua Umum PBSI Sulteng, Gufran Ahmad menyebut kegiatan pelatihan pelatih sebagai bentuk pemerataan pelatih berlisensi di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
“Ini program kerja pengprov tapi setahun sekali dilaksanakan sesuai regulasi PB dan saya harap peserta mengikuti dengan baik.
Kegiatan ini juga yang pertama PBSI pasca terbentuk meski belum dilantik,” ujar Gufran Ahmad.
Baca juga :
Edison Ardiles : Kita Semua Harus Bisa Meraih Target 10 Medali Emas
Dia menambahkan pelatihan pelatih sebagai upaya pemerataan pelatih berlisensi dan semua peserta diharapkan mengikuti dengan baik, karena standar PBSI betul betul ketat dan tak bisa main-main.

