Muhammad Akbar Supratman Anak Ajaib dari Sulteng

FOTO//Muhammad Akbar Supratman, SH

Di usianya yang dini Akbar telah menunjukkan kecerdasannya dibandingkan dengan anak seusia dirinya. Hal itu dibuktikan saat masih menimbah ilmu di sekolah, Akbar yang berdarah Bugis-Kaili selalu yang  terdepan. Motivasi dan dorongan adalah bahan bakar perjuangannya.

Dengan berbagai jabatan yang ia terima, tidak membuat Akbar cepat berpuas diri. Ia Ingin terus berkarya dan menginspirasi banyak orang. Tak hanya itu, berkat kegigihannya dalam dunia bisnis, membuat ia ingin terus maju.

Baginya pendidikan adalah senjata perubahan segala sesuatu didunia, karena pendidikan adalah paspor menuju masa depan. Mengubah hal yang gelap menjadi cahaya. Menciptakan generasi yang cerdas dan berkarakter itu tujuan utamanya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA :  Ketum Koni ; Sulteng Menjadi Tuan rumah seleksi nasional atlet Billiar SEA Games Hanoi Vietnam 2022

” Saya juga sangat senang berorganisasi, karena di dalamnya kita belajar tentang cara bersosial, mandiri, tanggung jawab, leadership, dan bagaimana memanajemen waktu” kata Akbar.

Akbar pun meyakini bahwa masa depan yang cerah tidak cukup hanya dibangun dengan selembar ijazah kuliah, tapi lebih dari itu.
” Prinsipnya kepemimpinan, manajemen waktu, manajemen manusia, leadership, moral dan sosial  sangat dibutuhkan. Dan itu didapat di luar kelas salah satunya di organisasi,” pungkas Akbar Supratman.

Dimata Ketum KONI Sulteng M Nizar Rahmatu, SSos.MSi. AIFO, Muhammad Akbar adalah sosok pemuda yang cerdas, visioner, teguh dan komitmen.

” Kita perlu sosok-sosok pemimpin muda yang mempunyai pandangan jauh ke depan serta bisa memahami tantangan saat ini,” kata Nizar Rahmatu.

BACA JUGA :  Pengisi Suara Pada Si Unyil Pak Ogah Wafat, Begini Kronologisnya….

Akbar Supratman, salah satu sosok muda yang telah menunjukan kelasnya. Pencapaian saat ini, adalah sesuatu yang luar biasa, karena tidaklah mudah untuk dicapai dan digapai anak muda seusianya.  Jika kedepan, Akbar  memiliki obsesi dan akan terjun ke dunia politik, maka tidak sukit bag8  Akbar, karena ia telah memiliki modal dasar,  tinggal bagaimana ia membangun komunikasi politik dengan masyarakat maupun dengan stakeholder lainnya.