Cudi mengatakan, bersedia memimpin Wadokai karena cinta olahraga beladiri. Ia mengajak karateka Sulteng bersama-sama membangkitkan Wadokai agar olahraga karate kembali bersinar.
“Memang sudah sekian tahun kita menunggu muncul karateka hebat. Dengan kebangkitan Wadokai ini karate Sulteng kembali bersinar. Semoga saya bisa memberikan partisipasi kegiatan karate ini,” kata Cudi.
Sementara itu, Ketua umum KONI Sulteng M Nizar Rahmatu mengatakan, PON Papua karate Sulteng menyumbang 2 perunggu melalui Yuningsih Christiana Masoara kelas kata dan Nikita Syahrin Maghfira kelas kumite -61 kg putri.
Nizar berkomitmen bersama Rusdy Mastura, mendorong karate dan olahraga beladiri lainnya sebagai olahraga unggulan menuju PON 2024 melalui program Sulteng Emas. Tentunya kata Nizar, harus melalui persiapan yang matang, latihan disiplin menuju Porprov dan Prakualifikasi PON 2024. “Karena olahraga beladiri ini potensinya besar mendulang medali,” kata Nizar.

