Sulteng-Gorontalo Meminta Penundaan Waktu Pendaftaran Tuan Ruman PON 2028


Semoga saja niat dan keinginan masyarakat Sulteng dan Gorontalo ini mendapat respon dari KONI Pusat, karena  Sulten-GO saat ini telah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah PON Tahun 2028 mendatang,” cetusnya

Ketum KONI Sulteng M Nizar Rahmatu berpendapat yang sama.  Menurut Inisiator Olahraga Indonesia ini, dengan naiknya  uang jaminan calon tuan rumah PON 2028 dari Rp 5 Miliar ke 7 Miliar, maka pihaknya harus kembali melakukan komunikasi baik itu dengan bapak Gubernur maupun pihak DPRD Sulteng, karena nilai sebelumnya telah disetujui dan dianggarkan.

Tentunya kenaikan ini akan kembali dibahas lagi antara  eksekutif dan legislatif di anggaran perubahan,” katanya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA :  Jajaran Pengurus Koni Sulteng Berhasil Lulus Ujian Sertifikasi dan Menyadang Gelar AIFO

Nizar juga mengungkapkan, ambisi Sulteng-Gorontalo menjadi tuan rumah PON sebenarnya telah jauh-jauh hari sebelumnya Bahkan di acara deklarasikan kami sebagai tuan rumah PON,  dihadiri Ketum KONI Pusat Marciano Norman saat pelantikan Pengurus KONI Provinsi Sulteng pada 9 November 2021.

Harapan kami KONI Pusat bisa menunda waktu pendaftaran,” pintamya.

Nizar juga menegaskan sangat janggal jika dalam bidding nanti hanya satu kandidat calon tuan rumah PON, karena  tidak akan ada pilihan peserta.

FOTO:// Pertemuan Ketua Umum Koni Sulteng dan Ketua Umum Koni Gorontalo bersama bapak Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah

Namun tambah Nizar semua akan berpulang kepada KONI Pusat, jika kemudian surat KONI Sulteng dan KONI Gorontalo ini direspon oleh KONI Pusat, maka tidak tertutup kemunglkinan akan ada dua gabungan Provinsi yang akan bertarung di acara bidding selain provinsi NTB-NTT yang sebelumnya telah menyatakan kesiapannya sebagai tuan rumah PON.