BK PON Di Depan Mata, Sulteng Terancam Tidak Ikut, Ada Apa????

BK PON
Foto://para patriot olahraga yang sudah mempersembahkan medali dan telah membuat sejarah olahraga pada PON XX di Papua tahun 2021

Sementara bulan Juli, cabor yang akan mengikuti BK PON yaitu petanque, tenis lapangan, tinju, selam, menembak, judo, bridge, binaraga, balap motor dan softball.

 

KONI Sulteng sudah menyampaikan soal minim anggaran kepada Dinas Pemuda Olahraga provinsi Sulteng. Humaedi berharap ada jalan keluar terkait dengan persoalan dana yang kurang. Masalahnya, apabila atlet tidak berangkat BK PON sudah pasti tidak lolos PON.

Bacaan Lainnya

 

Cabor seperti binaraga, bermotor termasuk menembak adalah cabor yang potensi medali. Cabor bermotor itu peluang medali besar PON 2024 karena  PON 2021 di Papua meraih medali perunggu dan pertama kalinya bermotor meraih medali di PON. Begitu juga dengan cabor binaraga yang konsisten meraih medali sejak PON 2021 di Riau.

BACA JUGA :  Belum ada Kontribusi di Olahraga, DPRD Soroti Sejumlah Perusahaan Tambang dan Migas

Babak Kualifikasi (BK) PON Atau Prakualifikasi PON, KONI Sulteng Minim Anggaran

Begitu juga dengan cabor lainnya seperti petanque, gateball, silat, karate,dayung. “Semua cabor jika meloloskan atletnya ke PON, punya potensi medali yang tidak diduga seperti atletik yang mengejutkan meraih perak PON Papua,” ujar Humaedi.

 

“Kita berharap ada solusi bersama. Karena prestasi maupun pendanaan olahraga bukan semata tanggung jawab KONI Sulteng, tapi tanggung jawab bersama baik itu Gubernur, Dispora maupun juga DPRD serta seluruh stakeholder,” kata Humaedi.

Baca Juga : Perpani Sulteng Gelar Seleksi Atlet Menuju Babak Kualifikasi Pon 2024

Humaedi menambahkan, tahun ini anggaran KONI Sulteng berkurang Rp1,5 miliar dari Rp 9 miliar yang dipotong KORMI Sulteng untuk pelaksanaan  FORNAS 2023. Dengan dana yang minim itu, otomatis tidak semua cabor bisa berangkat BK PON.