Lembaga Adat Poboya Sebut PT. CPM Tindas Warga

Ket: RPD DPRD Kota Palu dengan tokoh masyarakat Poboya, lembaga adat Poboya, dan Apri Sulteng di ruang rapat utama DPRD, Selasa (31/5/2022). FOTO: MAHBUB/MS

“Alhamdulillah, dibukanya tambang di sana, anak – anak kami sudah bisa sampai ke bangku kuliah,” ujar Mohammad Jafar.

Ia mengatakan, besar harapan masyatakat Poboya terhadap DPRD Kota Palu melalui Komisi C agar apa yang menjadi tuntutan mereka dapat disuarakan dan diperjuangkan, sehingga apa yang menjadi cita – cita masyarakat mengenai kesejahteraan melalui matrial tambang di Poboya dapat terwujud. Dan masyarakat juga akan tahu diri apabila aspirasi mereka diperjuangkan.

Mohammad Jafar menginginkan agar masyarakat diberikan ruang untuk ikut berakitivitas mengambil material di sana.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA :  Dekan FEBI Ajak Mahasiswa Baru Wujudkan Visi Besar: Terdepan di Asia Tenggara

“Kalau tidak diberi ruang maka masyarakat akan berjuang dan lawan jika tdk berpihak ke pada masyarakat. Saya berharap diperjuangkan, kami juga akan tahu diri,” katanya.

Masyarakat dan Lembaga Adat di Poboya sebut Mohammad Jafar, sangat bersyukur ada organisasi yang peduli terhadap nasip warga, seperti Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (Apri).

Ia menilai, lembaga ini loyal memperjuangkan hak – hak warga sekitar tambang untuk turut berperan dalam aktivitas pertambangan di Poboya.

Mohammad Jafar juga menuturkan bagaimana perjuangannya bersama Mohammad Syarif atas hak – hak warga lingkar tambang Poboya untuk mendapatkan kesejahteraan.

“Saya sering bawa Syarif berjuang untk tambang Poboya.Masyarakat diberika ruang untk bekerja menambang di Poboya,” tutur Mohammad Jafar.

BACA JUGA :  Jelang Perhelatan PORPROV IX 2022 KONI Banggai Terus Berbenah

Harapannya agar dilakukan penciutan lahan PT. CPM, supaya masyarakat juga ikut menambang dan menikmati hasil tanah leluhur mereka.

Pada kesempatan itu, Ketua LPM Kelurahan Poboya Herman Pandejori menjelaskan telah dilakukan penertiban tambang. Mereka digiring untuk keluar, padahal mereka awalnya meminta izin.