“Sulawesi Tengah kita ketahui memilki potensi dan bakat pesepakbola berbakat di 13 kabupaten kota. Hanya saja belum tersentuh oleh pelatih-pelatih terbaik. Saya pikir sangat tepat jika Asrpov juga melakukan pencarian pemain berbakat di daerah-daerah tersebut,” ujarnya.
Baca Juga :
Pokja Sulteng Emas Bakal Undang Asprov PSSI
Mantan pemain Nasional dan club Niac Mitra Surabaya ini juga banyak memberikan metode serta stategi pembinaan atlet sepak bola. Meski diakui pemain-pemain kita belum memiliki mental juara, sehingga kedepan pembinaan sepak bola harus betul-betul matang dan sistrmatis, sehingga lahir talenta-talenta baru yang tidak hanya memperkuat daerah, namun tim nasional (Timnas).
Standar rekruitmen pemain PSSI Sulteng kedepan kata Hanafing, harus memiliki fostur tinggi 170 cm, memiliki kualitas dan tehnik. Kemudian bisa menguasai defending, attacing dan transition serta disiplin.
Baca Juga :
Bapak Olahraga Sulteng Rusdy Mastura, Tepati Janjinya Kepada Witan Sulaeman
Sebelumnya Ketua Pokja Sulteng Emas Roony Tanusaputra menegaskan, meski cabor sepak bola masuk dalam program Sulteng Emas, namun tidak ditargetkan menyumbangkan medai emas di ajang PON XXI Aceh-Sumut. Minimal bisa lolos Pra PON saja sesuatu yang luar biasa. Makax semua upaya akan dilakukan termasuk melibatkan Hanafing mantan pemain serta Timnas yang kini bertindak sebagai instruktur dan direktur tehnik.
Ronny Tanusaputra juga menekankan pentingnya gizi atlet. Karena dengan nutrisi yang baik salah satu peran penting dalam meningkatkan performa atlet.

