Batalnya Buol sebagai tuan rumah sempat jadi polemik. Aksi massa dan gejolak sempat terjadi di Kabupaten Buol. Tulisan ini tidak hendak mengulas soal itu, sebab ada aroma politik juga tercium. Namun yang pasti, berdasar pada proposal penawaran diri tuan rumah Porprov IX 2022 dari Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura kemudian menetapkan Banggai sebagai tuan rumah.
Baca Juga : WASPADA, AWASI PENUMPANG GELAP
Mengurus olahraga, seperti nelayan yang terjebak dalam upaya mengurai tali kail yang kusut, sementara ikan sedang bergerombol di bawah menunggu umpan. Semakin tak sabar mengurusnya, tali kail tak kunjung terurai atau bahkan tambah kusut. Dibutuhkan kesabaran penuh dan ketelitian. Penulis yang baru saja terlibat aktif dalam kepengurusan KONI Sulteng periode 2021-2025 merasakan betul bahwa kunci kesuksesan prestasi olahraga adalah kesabaran, ketelitian dan komitmen. Di bawah kepemimpinan Nizar Rahmatu, geliat itu mulai menyata. Gerak cepat dan strategis satu demi satu mulai bergulir. Dalam hitungan tidak lebih dari 3 bulan penggemblengan atlit, berdampak positif pada raihan medali atlit Sulteng di ajang PON Papua yang keluar dari budaya urutan ke-30-an. Selain itu, beberapa Cabang Olahraga (Cabor) pun mulai kembali bergairah.
Kembali ke soal Luwuk, Kabupaten Banggai, siang tadi, Jumat (17/12), Ikatan Motor Indonesia gelar road race di sirkuit Tugu Adipura. Bupati Banggai Amirudin Tamureka yang membuka kegiatan itu berjanji akan menetapkan sirkuit yang ada di tengah kota dan jadi jalur umum itu sebagai sirkuit tetap kegiatan-kegiatan race. Dari sambutannya, penulis merasakan ada gairah besar kini dimiliki para kepala daerah, terutama Bupati Kabupaten Banggai ini. Di tingkat provinsi, tak usahlah kita bertanya seberapa besar keinginan Gubernur Rusdy Mastura dalam bidang olahraga. Sebab seperti kita tau bersama, Rusdy Mastura adalah salah satu legenda hidup sepakbola. Kemungkinan, bertemunya dua keinginan kuat, Gubernur dengan program Sulteng Emas yang menetapkan Kabupaten Banggai sebagai tuan rumah Porprov serta gairah olahraga Bupati Kabupaten Banggai, kelak akan jadi motor penggerak bagi daerah lain untuk segera bangkit bersama memajukan olahraga di Sulteng. Paling tidak, kampanye-kampanye olahraga juga dapat mengetuk kesadaran semua pihak, bahwa mengurus olahraga harus didukung seluruh elemen, tidak hanya dibebankan pada lembaga KONI sebagai single fighter yang ada di front sendiri. Ibarat pendekar Thong Taisu dalam serial Kho Ping Hoo, kesaktiannya tiada tanding, namun karena bergerak dan berjuang sendiri justeru perlahan membikin hidupnya terasing hingga menua.

