Beragam Karya Seni Hasil Karya Para Perupa Gorontalo Hadir Di Yokyakarta

Hasil Karya para Perupa Gorontalo Hadir Di yogyakarta(foto.ist)

Pameran tandang seni perupa Gorontalo ke Yogyakarta ini menjadi pilot project program Luar Peta yang diinisiasi RuangDalam Art House. Wolo Utiye dipilih menjadi tema besar pameran tandang ini.

Wolo Utiye adalah bahasa Gorontalo yang berarti apa itu. Diksi itu dipilih karena begitu dekat dengan hidup orang Gorontalo.

“Wolo Utiye” terlontar dengan nada setengah berteriak dari dalam rumah. Orang bertanya kepada pedagang ikan keliling yang meniup bambu’a. Pertanyaan itu akan dijawab dengan cekatan oleh pedagang ikan dengan ciri khas mereka masing-masing.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA :  Pengurus Pusat Himpunan Pemuda Alkhairaat Gelar Rapat Perdana

“Dalam pameran seni rupa ini, wolo utiye bisa dikaitkan dengan apa itu (karya-karya) yang kami bawa dari Gorontalo,” kata Awaluddin Ahmad, aktivis kebudayaan Gorontalo dan salah satu motor penggerak komunitas Tupalo.

Direktur RuangDalam Art House, Titik Suprihatin mengatakan program Luar Peta sengaja digagas untuk mengakomodasi komunitas dan kelompok seni rupa yang punya geliat dan gerakan di luar kota-kota yang lazim dikenal sebagai peta seni rupa nasional, seperti Yogyakarta, Bandung, dan Bali.

“Kami memilih Komunitas Tupalo untuk program perdana ini, karena sejauh ini punya geliat bagus dengan menghelat berbagai kegiatan seni rupa dan budaya di kampung halamannya, kegiatan mereka tidak hanya melibatkan seniman, tapi juga membuat masyarakat luas dan elemen lain di luar seni rupa ikut berpartisipasi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Gubernur Rusdy Mastura Akan Berikan Rumah ke Witan Sulaeman Jika Juara AFF

Semula pameran dalam program Luar Peta akan digelar pada 2020 lalu, namun tertunda karena pandemi. Selanjutnya RuangDalam Art House akan “berburu” komunitas rupa yang akan ditawarkan program Luar Peta.